Cigombong, Pakuan pos – Dua orang pengunjung obyek wisata Bukit Alas Bandawasa terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius setelah dikeroyok oleh sekelompok pemuda lain, di jalan menuju lokasi wisata, tepatnya di Jalan blok Cisaat Kampung Loji Rt. 01 Rw. 09, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (15/07/2020) sekitar pukul 23.30 Wib.

Berdasarkan informasi dari para petugas, korban pengeroyokan diketahui bernama Adhita Nasution (29), karyawan swasta, warga Kampung Muara rt 06/07 Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mengalami luka tusuk di bagian pinggang dan Gugum Gumelar (33), Mahasiswa, warga Kampung Banjarwaru rt 02/05, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, yang mengalami luka – luka di bagian kaki. Keduanya dirawat di IGD RSUD Ciawi dan IGD Puskesmas Cigombong. Untuk sementara, aparat Kepolisian Sektor Cijeruk berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah senjata tajam berbentuk kujang dan pakaian korban yang dilumuri bercak darah.

Dalam laporan petugas itu juga dirunut kronologis kejadian. Ini penjelasanya :

Awal mula kejadian sekitar pukul 22:30 Wib korban bersama 8 orang lainnya pergi dari banjarwaru ke bukit alas bandawasa dengan menggunakan 5 (unit) sepeda motor, sekitar pukul 23:30 wib korban sampai di bukit alas, namun tidak diperbolehkan masuk oleh petugas jaga, kemudian korban bersama rekan nya ikut beristirahat di dekat pos jaga tersebut, 15 menit kemudian korban dan rekan lainya bermaksud untuk turun kembali dan mencari tempat lain, namun ada rekan korban yang bernama FARIZAL melontarkan kata – kata “pelit siamah” Ke petugas jaga tersebut, Kemudian korban bersama yang lainnya di kejar oleh petugas jaga di bukit alas bandawasa, di tengah perjalanan terjadilah pengeroyokan dan penusukan.

Kejadian itu sudah ditangani unit reserse dan kriminal polsek setempat. Namun belum ada keterangan resmi yang didapat. insiden itu pun sempat menggegerkan warga sekitar. Warga sangat menyayangkan atas peristiwa yang terjadi dan berharap kepada aparat terkait untuk dapat mengusut tuntas perkara tersebut serta melakukan upaya preventif sebagai pencegahan tindak kriminal sejenis terjadi.

“Ya, hampir semua warga kampung loji mendengar kejadian tadi malam. Apapun alasanya, kami sebagai warga sebagai orang tua, sangat menyayangkan atas aksi main hakim sendiri yang dilakukan para petugas obyek wisata yang saat ini sedang viral ditengah kemunculanya yang belum lama. Selain nama desa yang tercemar, kejadian ini juga akan memicu kekhawatiran para pengunjung yang akan berwisata kesana karena ulah oknum petugas jaga wisata yang arogan. ya semoga kejadian ini jadi perhatian serius semua pihak berwenang”, pungkas Amat, warga Pasir Jaya yang diamini warga lainya. (Benz)