Tegal, Pakuan Pos – Pandemi memporakporandakan seluruh sektor di bumi Nusantara ini. Salah satunya sektor kebudayaan. Misalnya soal tradisi. Beberapa tradisi dirasa ”hilang” saat terjadi pandemi. Misalnya saja tradisi sedekah bumi, sedekah laut, atau mungkin tradisi pengantin yang biasa dilakukan dengan banyak orang.

Sedekah Bumi Cacaban atau Guci di Kabupaten Tegal misalnya. Dimana tradisi itu dilakukan rutin tiap tahun. Pada tahun ini tidak terdengar kegiatan tersebut. Padahal Sedekah Bumi Cacaban adalah tradisi, sarana penghormatan masyarakat Cacaban kepada para pendahulu yang telah mewariskan kekayaan alam kepada anak cucunya berupa hamparan tanah yang masih subur, air yang terus mengalir dan tidak terkontaminasi oleh limbah berbahaya.

Nah, sedekah bumi ini tidak lebih dari ikhtiar untuk nguri-nguri kekayaan budaya bangsa yang sarat akan nilai-nilai kebaikan dan budi pekerti. Namun, dengan kondisi pandemic seperti sekarang ini, apakah upaya nguri-nguri atau melstarikan budaya bangsa itu juga akan hilang. Karena itu, pada Ngobrol Inspiratif (Ngopi) Kemisan kali ini akan mengangkat tema “Masih Adakah Tradisi di Tengah Pandemi?”

Kegiatan akan dilaksanakan di Kedai Nyong Kopi, Jl Jeruk No.1, Procot, Slawi. Kamis,1 Juli 2021, pukul 14.00-16.00.

Dengan dihadiri narasumber :
1. Susane Febriyati Soeryakartalegawa (Ketua Bumi Budaya Nawacita)
2. Inang Winarso (Peneliti di Indonesian Anthropology Assosiasion)

Host Syamsul Falah (Dosen IBN Tegal)
Co-hoat Ki Sengkek Suharno (Wakil Ketua bidang Seni & Budaya GP Ansor Kab. Tegal)*