Bogor, News Warta Publik – Pertama kali memasuki museum ini, pengunjung akan disambut dengan patung Jendral Sudirman di sisi kanan sedangkan pada sisi kiri akan terlihat sebuah Tank. Patung tersebut diresmikan pada tanggal 9 Agustus 2010 dan bertepatan dengan diserahkannya Monumen dan Museum PETA oleh yayasan PETA Bogor kepada pemerintah dan selanjutnya pengelolaan diserahkan kepada TNI Angkatan Darat.

Di dalam museum, pengunjung akan disambut dengan relief yang menggambarkan kegiatan dan tokoh-tokoh PETA. Relief tersebut berada di kanan dan kiri lorong museum. Terdapat relief mantan PETA yaitu Supriadi, Soeharto, Sudirman, dan para tokoh PETA lainnya. Selain memperlihatkan para tokoh, relief-relief ini juga menyajikan gambaran perekrutan dan pendidikan tentara PETA beserta tokoh Daidan (Batalion) PETA Blitar dan Magelang.

Didalam museum ini terdapat ruangan dengan berbagai macam diorama serta aneka ragam bentuk senjata yang pada masanya pernah digunakan oleh PETA dalam berbagai pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia tercinta ini. Terdapat sekitar hampir 14 diorama seperti yang terdapat pada diorama 1 yang memperlihatkan saat Kesepakatan tokoh-tokoh Bangsa Indonesia untuk mengupayakan berdirinya tentara PETA dan masih banyak lagi diorama yang cukup membuat pengunjung seakan menyaksikan kejadian di masa lalu.

Terdapat pula patung Daidancho Soedirman, patung ini memperlihatkan wajah tegas dan berani seseorang yang berpagkat Daidacho atau setara dengan Komandan Batalion pada masa itu. Monumen dan Museum PETA ini menjadi sebuah museum yang baik dan sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Karena selain dapat menyaksikan peristiwa-peristiwa yang sangat bersejarah, para pengunjung juga dapat menjadikan pentingnya pendidikan kemiliteran dalam mendukung perjuangan politik untuk menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia.