Kita hanyalah seorang musafir di dunia ini, yang miskin akan apa-apa, seorang sunyi yang menulusuri lorong lorong hati, untuk menemukan jati diri.

Bersama Isyarat, menggeliat mengusik renungan, menuangkan kenangan luruh jiwa dan rasa, melewati waktu dengan tarian ilusi dan gerak jemari, membentuk meliuk memeluk warna, dan ku utarakan sukma keindahan kedalam kanvas hati.

Penyair pejalan sunyi
Ki alit pranakarya