Bogor, News Warta Publik – Mulai bulan Januari sampai menjelang Pemilu 2019, Pemerintah mulai mengeluarkan Dana Desa, Dana Kelurahan, Dana Bantuan Sosial.

Saya sudah sampaikan kepada para pendukung saya untuk memantau pelaksanaan Dana Desa, Dana Kelurahan, dan Bantuan Sosial di Dapil-1 Kabupaten Bogor.

“Dana tersebut adalah uang rakyat yang tidak ada hubungannya dengan politik,” kata Muhammad Sabilillah, Minggu (13/1/19).

Dirinya juga berharap kepada semua kader dan simpatisan partai koalisi Prabowo Sandi dan seluruh Relawan untuk menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa Dana Desa, Dana Kelurahan, dan Bantuan Sosial tidak ada hubungan dengan politik, tapi semua itu murni uang rakyat dan menjadi hak rakyat secara mutlak.

“Kalau ada orang atau kelompok yang mengklaim dana itu prestasi jokowi berarti orang itu bisa dilaporkan telah melakukan kebohongan publik atau berita bohong (hoax). Ayo wujudkan Pemilu yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil,” ujar Ki Sabili yang dijuluki Caleg Dhuafa ini.

Hal ini disampaikan dirinya setelah menerima informasi dari petinggi PAN Kabupaten Bogor tentang fakta yang diungkap oleh Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, Rabu 9 Januari 2019. Dalam rilis tersebut Ketua DPR RI mengatakan, dana desa senilai Rp 73 triliun adalah hak rakyat yang cair di bulan-bulan menjelang Pemilu 2019, karenanya dikhawatirkan bila sampai hal itu sampai disalahartikan sebagai prestasi jokowi. Sebab, program pemerintah tersebut sudah dicanangkan sejak jaman Presiden SBY. (Red)