Mubar Jadi Target Nasional Dalam Program Penataan Kawasan Pedesaan

0
266

Raden Djamun Sunjoto

 

Laworo, News Warta Publik-Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) menjadi target nasional dalam program penataan kawasan pedesaan.Program tersebut tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 yang dintindak lanjuti oleh Kementeian PUPR dengan misi membangun masyarakat dari pinggiran.

Kepala Bapeda Mubar Raden Djamun Sunjoto, menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan Nawa Cita ketiga, presiden Jokowidodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
Kaitan dengan hal tersebut ,Muna Barat mendapat program pengembangan dan penataan desa dengan membangun Komunitas desa untuk memanfaatkan komoditas unggulan yang ada di wilayah tersebut.

“Sasarannya adalah pembinaan sumberdaya manusia dengan memanfaatkan komoditas yang ada di daerah tersebut.jadi bedasarkan hasil survei tim kementrian, komoditas yang diunggulkan adalah jagung kuning untuk daratan sedangkan untuk wilayah pesisir adalah rajungan”,jelasnya saat di temui di ruang kerjanya selasa (26/9/2018).

Khusus di Mubar pembangunan penataan kawasan pedesaan akan di pusatkan di Kecamatan Tiworo Selatan dengan melibatkan dan 4 desa di kepulauan yang di sesuaikan dengan RTRW.

“Hasil master plant ini implementasinya yalah terbangunnya kawasan perdesaan.
tempatkan di kecamatan Tiworo totalnya 9 di tambah dengan 4 desa seperti maginti, pajala,pulau bangko, Kembar maminansa,dan Desa Baraka”,terangnya.

Raden juga menyampaikan bahwa saat ini tim kementeian bersama Pemda Mubar telah menyusun Master Plant, Dokumen agropolitan dan metropolitan berdasarkan RPJMN yang sesuaikan dengan hasil survei yang di lakukan.
Selanjutnya itu kata dia,Pemerintah pusat memiliki tanggung jawab dan wajib membangun pusat pengembangan dan pengelolaan sesuai dengan lokasi dan kebutuhan daerah setempat.

“Penyusunan Master plant dan kelengkapan dokumen di targetkan selesai tahun ini,sehingga tahun 2019 mulai Pembangunan Gedung.selanjutnya membuat langkah-langkah yang harus di implementasikan dalam hal menjamin ketersedian harga pasar bekerja sama dengan pemda.Jadi Pemda juga harus proaktif dalam hal ini”,tuturnya.

Dengan adanya program ini kata Raden,diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta menumbuhkan semangat para petani dalam mengembangkan hasil pertanian. Dalam artian masyarakat bisa menanam dengan baik sekaligus bisa merasakan hasil yang maksimal.

“Misalnya,selama ini hasil petani 2,5 ton perhektar,tapi dengan adanya pembinanan dapat menghasilkan 5 ton lebih perhektar.itu hasil penelitian mereka kita hanya merencanakan”,tukasnya.

Lebih lanjut Raden menyampaikan bahwa pembangunan pusat pengelolaan penataan pedesaan tersebut bekerja sama dengan Kementeian Perdagangan dengan melibatkan pihak Bulog sebagai pelaksana teknis.
hal ini dilakukan untuk menekan dan menjamin stabilitas harga, karena yang menjadi masalah di Mubar adalah kepastian harga.kalau di musim panen harga jagung naik tapi setelah panen harga.sehingga dengan adanya kementrian Perdagangan dapat menekan dan memaksimalkan kewenangan Bulog.

“Jadi kalau harga di bawah standar bulog wajib membeli,tapi kalau masyarakat membutuhkan bulog tidak boleh jual mahal sama masyarakat”,Pungkasnya.[ Red ]

Kontributor by Laode Pialo
News Warta Publik