Cirebon, Pakuan pos – Puncak peringatan muludan atau kelahiran Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, diakhiri dengan upacara panjang jimat, Minggu (10/11/2019) malam.

Dalam ritual tersebut, sejumlah benda pusaka Keraton Kasepuhan dikeluarkan termasuk piring peninggalan Wali Sanga. Benda-benda tersebut dibawa oleh abdi dalem dari Bangsal Prabayaksa ke Langgar Agung Keraton Kasepuhan untuk dibacakan Kitab Barzanji.

Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat SE, menegaskan inti dari ritual panjang jimat bukanlah benda-benda pusaka itu.

Esensi panjang jimat ialah sebuah pusaka yang dipelihara secara terus-menerus oleh masyarakat, yaitu syahadat.

“Masyarakat tidak boleh lepas dari dua kalimat syahadat, dari lahir sampai ajal menjemput,” kata PRA Arief Natadiningrat.

Ia mengatakan, panjang jimat merupakan singkatan dari “diaji” dan “dirumat” yang berarti dipelajari dan diamalkan kembali.

Sultan Arief juga berharap masyarakat tidak mengikuti ritual panjang jimat hanya sebagai tradisi tapi juga bisa meneladani Nabi Muhammad SAW. Salah satu suri teladan Nabi Muhammad SAW yang bisa dicontoh ialah dalam hal menjaga lisan. (Tim)