Ciawi, Pakuan pos – Keprihatinan terkait maraknya prostitusi di kawasan Puncak khususnya dan di Kabupaten Bogor pada umumnya, mendapat sorotan dari kalangan Mahasiswa. Mereka sangat mengharapkan campur tangan pemerintah, agar praktek tersebut bisa segera di akhiri, atau setidaknya diminimalisir.

Hal tersebut menurut mereka tidak terlepas dari julukan Kabupaten Bogor yakni Tegar – Beriman. Dan ciri utamanya adalah, masyarakatnya yang santun, ramah, dan religius.

Program Bupati Bogor, Ade Yasin (AY) melalui Pancakarsanya, diharapkan menjadi pondasi yang kokoh dalam mempertahankan identitas kabupaten Bogor tersebut.

Ketua BEM Universitas Djuanda Bogor, Muhamad Arifin, menegaskan,program Nobat (Nongol Babat) merupakan program unggulan Bupati Bogor dalam upaya menertibkan tempat-tempat prostitusi yang ada, Hal ini merupakan salah satu upaya untuk membina umat agar terhindar dari penyakit sosial.

Tentunya hal ini perlu didukung oleh banyak kalangan, mengingat sudah maraknya prostitusi-prostitusi di 40 kecamatan di kabupaten Bogor, khususnya didaerah puncak Cisarua.

“Kami sangat mendukung program Bupati, Nongol Babat karena memang sudah saatnya Pemda berani untuk menertibkan tempat-tempat prostitusi, tidak lagi tebang pilih apalagi melindunginya demi kepentingan tertentu oleh beberapa oknum,” Tegas nya. Selasa, (13/8/2019)

Dia juga mengatakan, Mahasiswa mengapresiasi, tetapi juga harus ada progres terkait dengan penertibannya. Karena begitu banyaknya tempat-tempat prostitusi, baik yang sudah menjadi rahasia umum maupun warung remang – remang yang hanya segelintir orang yang tau.

“Kami berharap, Pemkab Bogor, segera menetibkan tempat prostitusi didaerah Puncak Cisarua dan kecamatan Parung yang kondisinya sudah begitu marak dan memprihatinkan,” harap Arifin.

Senada, ketua BEM Polbangtan Bogor. Hermansyah, membeberkan salah satu penyebab maraknya prostitusi adalah karena himpitan ekonomi. Kesulitan ekonomi yang menimpa seseorang terutama keluarga yang broken home menjadi pemicu utama maraknya kegiatan Haram tersebut,” Pungkasnya. (Abdan)