Bogor, Pakuan pos – Teror ular kobra yang belakangan kerap terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Bogor, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat dengan menyiapkan Serum Anti Bisa Ular (SABU) sekaligus mengkoordinasikan beberapa rumah sakit.

Kepala Dinkes, dr Rubaeah mengatakan bahwa kobra memiliki bisa yang sangat berbahaya. Sebab, bila dalam waktu beberapa menit tak diberi antibisa, maka nyawa korban gigitan bakal melayang.

Menurut dia, Dinkes juga akan menyiapkan SABi di seluruh puskesmas. Selain itu, iapun akan memetakan wilayah yang sebelumnya sempat muncul penampakan ular kobra.

“Kami bakal segera koordinasi dengan pimpinan dan BPBD untuk melakukan langkah preventif,” kata dr Rubaeah.

Ia menjelaskan, pertolongan pertama apa yang harus dilakukan, ketika digigit kobra. “Pertama harus mengikat bagian tubuh yang digigit ular, untuk menghambat agar bisa tak menyebar ke jaringan tubuh lainnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga RT 03/RW 01, Kelurahan Tanah Sareal, sempat digegerkan dengan penampakan anak ular kobra di dalam rumah salah seorang warga.

Menurut Komandan Regu (Danru) BPBD Kota Bogor, Ruli Sinambela, saat mendapatkan informasi itu, tim langsung bergerak ke lokasi. “Kita dapat info soal penemuan ukar itu, dan saat tiba disana sudah ditangkap warga,” katanya.

Kata dia, kondisi wilayah yang lembab, gelap dan gang sempit akan menjadi titik rawan ditemukannya kobra. “Itu bisa jadi titik kesukaan ular. Biasanya ular bila bertelur langsung ditinggal induk. Nah yang harus dicari adalah induknya,” katanya.

Diketahui, berdasarkan catatan laporan yang diterima oleh BPBD Kota Bogor. Sepanjang 2019, tercatat terdapat lima laporan mengenao penemuan ular di Kota Bogor. Adalah Kelurahan Mekar Wangi, Kelurahan Kayumanis, Kelurahan Cibadak, Kelurahan Katulampa dan Kelurahan Sindangbarang, yang melaporkan adanya penemuan tersebut. (FK)