Bogor, – Pakuan Pos – Dugaan ketidak profesional Sdm CV. Cipta Kesuma selaku pelaksana proyek pembangunan Dinding Penahan Tahan (DPT) di jalan Cihideung – Maseng, tepatnya di Kampung Cibalung, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, sepanjang Rp. 184 Juta dengan masa pekerjaan selama 45 hari kalender itu tampaknya benar adanya.

Hal itu dibuktikan sengan sikap arogansi dan sikap angkuh serta tidak bersahabat yang ditunjukan mandor yang diketahui bernama Saepudin itu kepada awak media yang datan ke lokasi untuk melaksanaka tugas jurnalistiknya.

Lebih mirisnya lagi, berdasarkan pantauan di lokasi, CV. Cipta Kesuma diduga menggunakan bahan material pasir oplosan dan batu yang didapat di sungai. Kondisi itu dikhawatirkan akan berpengaruh pada daya tahan kualitas pekerjaan.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi awak media Kamis (12/12/202) mandor proyek mengaku bahwa perusahaan penyedia jasa kontruksi yang diketahui bernama CV. Cipta Kesuma itu, sudah menyediakan alat keselamatan kerja, tapi menurutnya alat kesematan kerja itu tidak didigunakan karena merepotkan.

“Alat keselamatan kerja ada, udah disiapkan sama perusahaan. Kenapa gak dipake sama pekerja, soalnya bikin ribet”, tukas Samsudi.

Ketika ditanya terkait pekerjaan yang merupakan salah satu Program Penyelenggaraan Rekontruksi Jalan yang dikucurkan pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai Rp. 184 juta, dengan masa kerja selama 45 hari kalender itu, jawaban Samsudin cukup membingungkan dan banyak menjawab dengan kata tidak tahu.

“Saya disini hanya sebagai mandor. Gak ada hubunganya dengan perusahaan. Progres pekerjaan sudah berapa persen saya gak tau, karena itu urusan pengawas. Soal berapa lama kerjaan ini bisa selesai saya gak tau. Urusan tekhnik pekerjaan itu bagian pelaksana. Dimana alamat CV. Cipta Kesumanya saya gak tau. Sama pelaksananya juga saya baru kenal, gak tau namanya siapa, saya cuma mandorin yang kerja aja”, jawab lelaki setengah baya yang mengenakan kaos bertuliskan Upt PUPR Jonggol itu kepada awak media di lokasi proyek.

Sikap arogansi mandor proyek PL yang dikucurkan Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumakan Rakyat (PUPR) Kabupaten di ruas Jalan Cihideung – Maseng senilai Rp. 184 juta, dengan masa kerja selama 45 hari kalender itu kembali menunjukan sikap yang tidak terpuji saat awak media menemuinya kembali Senin(13/12/2021.

Betapa tidak, setiap pertanyaan yang dilontaskan awak medi terkait pekerjaan yang sedang dilaksanakanya itu dijawab dengan tidak nyambung dan terkesan masa bodoh. Bahkan, tanpa pamit, mandor itu tida-tida langsung meninggalkan awak media.

“Saya pusing, wartawan itu datang tanpa etika. Dan pasti nyari-nyari kesalahan pada pekerjaan saya. Dan ujung-ujunya minta sejumlah jatah uang, mending mereka itu wartawan jelas”, imbuhnya.

Sementara itu, salah satu reporter media tv swasta nasional yang datang ke lokasi untuk memantau jalannya proyek pembangunan itu mengaku tersingung dengan sikap mandor tersebut.

“Saya datang dengan mengedepankan etika santun sesuai kode etik jurnalistik ke lokasi proyek untuk melakukan peliputan, sekaligus bertanya sampai mana progres pekerjaaan itu sudah tercapai, serta ingin mengetahi apa saja yang menjadi kendala selama pekerjaan dilaksanakan. Tapi sebelum saya bertanya, eh si mandor malah ninggalin kami begitu aja tanpa pamir tanpa santu “, ungkap Wawan.

Hingga berita ini diturunka, pihak CV. Cipta Kesuma selaku pelaksana proyek penunjukan langsung itu Belum bisa memberikan penjelasan.

Menanggapi informasi itu, Koordinator Lapangan pada UPT Binamarga Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas, Dery mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan turun ke lokasi proyek tersebut untuk melakukan pengecekan atas informasi yang diterimanya.

Namun kata dia, terkait adanya penggunaan bahan mayerial batu belah di proyek itu adalah tidak benar. Karena pembangunan DPT tidak menggunakan batu. Akan tetapi menggunakan beton cor readymix.

“Terkait para pekerja yang abai menggunakan alat keselamatan kerja yang tidak dipakai padahal sudah disiapkan, apalagi ada bahasa mandor yg seperti itu, UPT Binamarga Ciomas akan melayangkan surat teguran tertulis 1 kepada perusahaan itu”, Tegas Deri, Korlap UPT Binamarga Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas. (Raden)