Majlis Adat Gagang Cikundul Ajak Semua Pihak Upaya Pelestarian Nilai-Nilai Warisan Leluhur

0
328

Cianjur, News Warta PublikMajelis adat Gagang Cikundul, majelis adat Sumedanglarang telah berprakarsa melakukan audiensi dengan Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud pada tgl 1 Agustus 2018. Dalam pertemuan tersebut MAGC dan MAS, yang didampingi pengurus majelis adat nusantara telah menyampaikan pokok pikiran dalam upaya meningkatkan sinergitas dan peran serta masyarakat adat dalam implementasi UU no. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Majelis adat Gagang Cikundul serta Majelis adat Sumedanglarang telah mendapatkan arahan dari bapak Direktur Jenderal Kebudayaan tentang pentingnya peran serta masyarakat adat dalam perumusan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang saat ini sedang disusun oleh Pemerintah daerah untuk mempertajam Strategi Kebudayaan Nasional. melalui karatuan nya Susane Febriyati soeriakartalegawa, SH, mengharapkan agar penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah harus transparan dan mengundang partisipasi masyarakat, khususnya kelompok dan lembaga adat yang sudah ada agar tidak terjadi penyusunan yang serampangan dan tidak berpihak pada upaya pelestarian nilai-nilai warisan leluhur.

Kekuatiran ini sejalan dengan arah pedoman penyusunan PPKD agar nantinya memang berakar pada tradisi, pola pikir dan kehendak masyarakat dan bukan semata-mata rekayasa birokrasi atau intelektual yg akan mengorbankan masyarakat di kabupaten/kota se Indonesia.

Bapak Hilmar Farid, selaku Dirjen Kebudayaan mengindikasikan lemahnya response sejumlah pemerintah daerah, kurangnya partisipasi masyarakat adat dan kurang transparannya pembentukan tim PPKD sehingga dikuatirkan penyusunan strategi  Kebudayaan akan kurang optimal. Padahal peran serta masyarakat adat sangat strategis mengingat masyarakat adat akan menjadi aktor utama, sementara Pemerintah dan Pemerintah daerah hanya sebagai fasilitator belaka. Hal itu menjadi paradigma yang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Dalam menanggapi hal tersebut, MAGC juga menilai penyusunan pokok pikiran kebudayaan daerah tanpa transparansi dan partisipasi masyarakat adat akan serampangan dan tidak berpihak pada upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam pertemuan itu telah tercapai saling pengertian antara pihak Dirjen Kebudayaan dengan majelis adat Gagang Cikundul, majelis adat Sumedanglarang, masyarakat adat nusantara untuk berperan aktif menjaga cagar budaya dan situs sejarah agar bisa lestari sebagai warisan peradaban kepada generasi penerus bangsa dan memiliki kebermanfaatan, juga ditekankan penting dan perlunya peran masyarakat adat untuk terus menjaga tapak sejarah, nilai-nilai adat, tradisi leluhur dalam seni tari, musik, tembang, beladiri, aksara, dan berbagai adat istiadat yg masih dipraktikan dalam masyarakat adat tertentu agar tidak tergerus oleh arus globalisasi dan pengaruh kemajuan teknologi informasi lainnya saat ini.

MAGC akan turut berperan dalam Strategi Kebudayaan khususnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang terkait dengan moral dan akhlak bangsa sebagai benteng moral tatar Sunda di Kabupaten Cianjur. Bapak Dirjen Kebudayaan mengapresiasi upaya MAGC untuk menjembatani antara masyarakat adat di Cianjur dan sumedang dengan Pemerintah Pusat di Jakarta. [ Red ]

 

News Warta Publik