Macet Jalur Sukabumi ‘Abadi’, Kapan Berakhir ?

0
249

Sukabumi, News Warta Publik Kemacetan di jalur lintas Cibadak-Bogor di kawasan Sukabumi Utara terkesan abadi. Bahkan, persoalan itu sudah menjadi pemandangan tak asing. Namun, pemkab seolah tak serius mengatasi kemacetan tersebut lantaran sudah terjadi bertahun-tahun.

Ketua Daya Mahasiswa Sukabumi (Damas) E Setiabudi menilai sejauh ini belum ada terobosan ataupun inovasi dari pemerintahan Marwan Hamami-Adjo Sardjono dalam mengurus kemacetan. Meski duet pengusaha-birokrat itu sudah memimpin lebih dari dua tahun, belum banyak membuat perubahan positif untuk Kabupaten Sukabumi.

”Ya lihat saja di beberapa titik, nggak ada siang ataupun malam, selalu saja ada kemacetan. Mana terobosan untuk mengurai kemacetan yang katanya masuk visi-misi Pak Marwan dan Pak Adjo. Kami nilai nihil,” kata Ewing, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan seolah tak dijalankan. Dalam aturan itu, waktu operasional kendaraan besar seperti angkutan barang hasil tambang, kontainer dan angkutan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dibatasi ketika melintas di Kabupaten Sukabumi.

“Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan untuk dalam daerah hanya boleh beroperasi pada pukul 10:00-16:00 WIB dan 19:00-05:00 WIB. Sedangkan luar daerah hanya boleh beroperasi sekitar pukul 19:00-05:00 WIB. Pengaturan waktu operasional itu tersurat pada Pasal 6 Ayat 3,” ujarnya.

Meski aturan sudah ada. Tambahnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi tidak pernah turun ke jalan. Sanksinya dalam perda itu lumayan berat. Bagi pelanggar ancaman pidana kurungan tiga bulan penjara dan denda maksimal Rp50 juta.

“Sekarang tinggal mau dipakai atau tidak,” jelas alumni UMMI itu.

Pantauan news warta publik pada Selasa siang, kemacetan terkesan sudah menjadi rutinitas bahkan tersebar di beberapa titik di lintasan Sukabumi Utara, dari mulai Cicurug hingga Cisaat. Kepadatan arus lalu lintas terjadi di tiap persimpangan jalan. Dari mulai tiap persimpangan di Kecamatan Cicurug yang berdekatan dengan Bogor yakni Tenjoayu, Cimalati, Bangbayang, Gang Koramil dan Cidahu.

Bergeser ke arah Sukabumi, padat merayap lalin kerap terjadi di persimpangan pintu keluar jalan alternatif di Parungkuda dan Cibadak, Angkrong, Cikidang, Simpangratu, Cibaraja dan Kaum Cisaat yang menjadi titik persimpangan ke Mangkalaya dan Kadudampit.

Banyak faktor penyebab kemacetan tersebut. Selain banyaknya kendaraan besar yang melintas dengan laju pelan, juga kebiasaan jelek pengemudi, terutama angkutan umum yang ngetem sembarangan dan menyerobot badan jalan.[ Red ]

 

Reporter by Randi
News Warta Publik