Pakuan pos – Situasi darurat sebab virus Corona berdampak buruk dan menjadi momok menakutkan, salah satunya bagi mereka yang berprofesi sebagai entertainment. Profesi ini tergolong pekerja lepas, mereka tampil hari itu dan dibayar saat itu juga. Tidak ada ikatan untuk pemberian bonus, pesangon, tunjangan kesehatan dll dari management tempat mereka bekerja.

Kini saat imbas virus Corona, tempat mereka bekerja sebagian besar tutup. Tak jelas kapan ada pemberitahuan buka kembali. Diduga dalam situasi ini lahan tempat mereka bekerja baru bisa beroperasi kembali setelah keadaan benar-benar pulih (Zero covid 19).

Lalu untuk menghidupi keseharian mereka yang menjadi tulang punggung keluarga atau mereka yang sudah berkeluarga dari mana pekerja entertainment ini mendapatkan penghasilan?.

Jumlah pelaku seni ini tergolong cukup besar. Sepintas mereka seperti berkecukupan padahal dari segi penampilan, pakain dan asesoris yang melekat kerap mereka bersusah payah menyisihkan dan mengumpulkan dari pendapatan jerih payahnya dalam rentang waktu lama hingga mereka tampak gagah anggun bak artis papan atas meski kenyataanya mereka harus berjuang untuk tetap eksis dalam menjalankan profesinya.

Akankah mereka berkecukupan selama keadaan darurat berkepanjangan? Sepertinya keuangan semakin menipis dan roda kehidupan terus berputar, bagi yang materinya terbatas pilihannya perlahan terjual satu persatu entah property atau alat untuk mereka bekerja. Miris memang !!!.

Mungkin untuk seminggu atau tidak sampai dua minggu mereka mampu penuhi kebutuhan rumah tangganya walau harus di iri-irit penggunaan keuangan sisa dari pendapatan kemaren. Namun bila keadaan tak berkesudahan Covid 19 mereka tentu rentan akan perlunya kebutuhan pokok sehari-harinya sama halnya akan himpitan yang menimpa anda.

Akankah pemerintahan (mungkin) melihat atau terbayang keberadaan mereka sebagai bagian dari anak-anak bangsa.

Sabtu, 28 Maret 2020
Penulis: Ariez Dwbw