Lestarikan Budaya Muna, Disparbud Mubar Harapkan Ada ” Blue Print ” Adat dan Budaya

0
532

Laworo,News Warta Publik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengharapkan ada cetak biru (Blue Print) tentang adat dan budaya suku Muna segera disusun. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga sekaligus mengankat kembali kebiasaan para leluhur yang telah di terapkan sejak dulu kaitannya dengan Adat dan budaya suku Muna.

Kepala Disparbud Mubar, Abdul Nasir, menilai penyusunan cetak biru adat dan budaya Muna sangat penting untuk dilakukan. Alasannya, dengan cetak biru, warisan mulia para leluhur tersebut akan tetap lestari.

“Saat ini waktu yang tepat untuk penyusunan cetak biru itu. Karena tokoh-tokoh adat yang paham akan adat dan budaya masih ada,” kata Nasir, saat ditemui dikantornya, Kamis (04/10/18).

Menurut dia, untuk terwujudnya rencana tersebut, semua pihak yang mencintai adat dan budaya Muna duduk bersama untuk menyatukan pikiran.

“Itu langkah awal yang harus kita lakukan. Adanya kesamaan pandangan akan membantu proses penyelesaian cetak biru tadi. Selanjutnya membahas hal-hal tekhnis dengan melibatkan pihak yang kompeten,” katanya.

Ia mengatakan, bila hal ini dikawal dan dilakukan dengan niat tulus dan penuh kesungguhan, dalam jangka waktu tertentu, cetak biru ini dapat selesai.

“Setelah itu dipikirkan legalitasnya. Soal legalitas ini kita akan bentuk peraturan daerahnya,” terangnya.

Nasir mengatakan jika cetak biru itu sudah jadi, dikemudian hari tidak ada lagi perbedaan pendapat soal adat dan budaya.

“Sebab kita sudah punya rujukan yang jelas. Jika ada masalah, kita kembali pada panduan yang sudah ada. Manfaat lain ialah akan menjamin kekayaan budaya kita tidak hilang digerus zaman. Selain itu, generasi penerus kita akan muda mempelajarinya dengan petunjuk dari tokoh-tokoh adat,” ujarnya. [ Red ]

 

Kontributor by Laode Pialo
News Warta Publik