Ciawi, Pakuan pos – Sudah dua tahun setelah dibentuk, langkah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bendungan Bangkit Mandiri (BBM) desa Bendungan, kabupaten Bogor, seolah mati suri. Dari pengakuan Ketua BUMDES BBM, Haris, selama kurun waktu tersebut, bahkan usaha milik desa itu tidak memilki rekening Bank, padahal penyertaan modal yang dialokasikan dari dana desa sebesar 91 juta rupiah sudah dikucurkan.

Ketika ditunjuk menjadi ketua Bumdes, Haris mengaku hanya menerima uang penyertaan modal sebesar 60 juta rupiah saja. Sisa dari anggaran modal sebesar 31 juta, sampai saat ini belum jelas ‘juntrungan’nya.

“Dari pengakuan kepala desa Bendungan pak Haji Ading, uang 31 juta itu dibawa oleh ketua BUMDES yang lama, DS,” ungkap Haris kepada wartawan. Senin, (18/11/2019)

Dia juga mengatakan, uang sebesar 60 juta yang diterimanya sebagai modal BUMDES, kini ada di Bank BRI Syariah. “Buat rekeningnya pun sangat susah,tapi ujung – ujungnya bisa juga, dari permodalan yang 60 juta itu, kini BUMDES Bendungan sudah dapat keuntungan sekitar 5 juta, dari usaha grosir sembako, pembuatan Kok dan jaket. Selain itu BUMDES juga membuka kafe kopi Pringayu bekerja sama dengan pengusaha,dengan modal sebesar 25 juta,” tutur dia.

Dede Herdiana, Sekretaris desa (Sekdes) Bendungan membenarkan atas apa yang dikatakan oleh Haris, banyak upaya yang sudah dilakukan untuk melacak keberadaan DS, sampai saat ini pemdes Bendungan masih berusaha agar uang 31 juta milik BUMDES Bendungan dapat dikembalikan.

“Ada kabar dia berangkat ke Kalimantan untuk urusan pekerjaan, tapi sampai sekarang masih juga belum mengembalikan dana BUMDES Sebesar 31 juta tersebut,” tegas Dede. (Abdan).