Cigombong, Pakuan pos – Dugaan penyerobotan lahan garapan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PTP XI Pondok Gedeh (Pode), Blok Kongsi Siliwangi, atas nama H. Cece yang dilakukan pengelola Yayasan Pendidikan Nuansa di Cigombong tampaknya akan memanas kembali.

Pihak ahli waris sudah dua kali melayangkan surat kepada Kepala Desa (Kades) Cigombong, untuk meminta difasilitasi mediasi dengan pihak Yayasan, namun Heri Hendrawan selaku Kades Cigombong menyatakan belum siap.

Menurut ahli waris, pihak Yayasan mengklaim sudah memiliki alas hak tanah garapan itu berupa Akta Jual Beli (AJB). Padahal pihaknya selaku penggarap tidak pernah merasa mengover alihkan hak garapnya atau menyewakan lahan nya kepada pihak manapun. Hanya, diakui ahli waris, orang tua pengelola yayasan pernah menawar atas lahan garapan tersebut, berhubung harga yang ditawarkan peminat terlaku murah maka take over lahan itu batal.

Namun, lanjut ahli waris, meski transaksi over garapan itu tidak jadi, secara terang – terangan pengurus yayasan dengan seenaknya menguasai lahan garapan Haji Cece. Bahkan mendirikan bangunan di lahan tersebut. Ahli waris juga menyatakan selama puluhan tahun hingga kini pihaknya masih membayar pajak atas garapan tersebut.

“Selama tiga puluh dua tahun, sampai hari ini, kami masih membayar pajak atas lahan garapan seluas tujuh ratus meter atas nama orang tua kami itu. Kalau pihak yayasan mengklaim sudah memiliki surat resmi, silahkan tunjukan suratnya”, ujar Wisnu Yoga Swara, ahli waris penggarap atas nama Haji Cece, kepada awak media, beberapa waktu lalu.

Indra Surkana, ahli waris lainya, menegaskan bahwa dia mewakili ahli waris sudah dua kali melayangkan surat ke Kades Cigombong untuk meminta difasilitasi mediasi dengan pihak Yayasan Nuansa, namun hingga kini belum juga direspon.

“Sudah dua kali kami melayangkan surat ke desa tapi sampai hari ini belum ada respon”, tegas Indra.

Saat dikonfirmasi soal pernyataan ahli waris tersebut, Heri Hendrawan mengakui bahwa pihaknya sudah menerima surat dari ahli waris yang meminta difasilitasi mediasi dengan pihak yayasan SMK Nuansa. Namun hingga surat kedua ahli waris diterima, pihaknya belum ada waktu dan tempat untuk memediasi kedua belah pihak.

“Ya, kami sudah menerima dua kali surat permohonan mediasi dari pihak ahli waris Haji Cece. Tapi karena jadwal kegiatan kami saat ini padat dan kantor desa kamipun saat ini sedang direhab, maka kami belum bisa menentukan kapan waktu dan tempatnya untuk menfasilitasi kedua belah pihak itu. Hari ini tadinya saya mau kirim surat balasan ke ahli waris”, kilah Kades Cigombong kepada awak media, beberapa waktu lalu. Namun saat Kades ditanya sudah sejauhmana komunikasi yang dilakukan pihak desa dengan pihak Yayasan, Heri menjawab, belum. Tapi sepengetahuanya yayasan Nuansa sudah memiliki surat kepemilikan tanah. “Kalu gak salah pihak yayasan udah punya surat Ajb
Tapi sy belum kesana lagi”, pungkas Heri.

Hingga rilis berita ini dibuat, kepala sekolah Smk Nuansa yang juga selaku pengurus yayasan belum bisa dimintai keterangan. Sementara salah satu tenaga pengajar di SMK Nuansa yang identitasnya enggan dipublikasikan, ketika dihubungi melalui pesan singkatnya mengatakan bahwa kepala sekolah sejak satu minggu terakhir tidak berada di tempat, karena sedang mengikuti kegiatan bimbingan tekhnik.

“Sudah satu minggu ini kepala sekolah sedang mengikuti bimbingan tekhnik penguatan kepala sekolah. Kalau gak salah acaranya tiga minggu. Nanti saya sampaikan”, tandasnya (Tim)