Malang, Pakuan Pos – “Kuritabaya” dari Universitas Negeri Malang (UM) berhasil lolos untuk didanai 100% oleh Kemendikbudristek menuju ke tahap PIMNAS ke-34 2021.

Bahasa Jawa telah diakui sebagai bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia. Era globalisasi semakin membuat bahasa ini terpinggirkan dan menyebabkan kemampuan berbahasa Jawa menjadi rendah bahkan di Pulau Jawa itu sendiri. Berawal dari keprihatinan akan masalah ini, sekelompok Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menyebut dirinya “CV. Kuritabaya Kreatif” membuat sebuah inovasi dalam pembuatan media pembelajaran bahasa dan budaya jawa.

“Kita tahu, bahasa Jawa sudah dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib dalam kurikulum 2013 khususnya di DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Namun, penerapannya masih terasa kurang dalam kehidupan sehari-hari. Ternyata salah satu faktornya adalah karena pembelajaran yang bersifat konvensional sehingga tidak menarik minat belajar siswa,” ujar Nur Alfiyatuz selaku penulis naskah buku.

Oleh karena itu, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Mufazatul Istiqomah (Akuntansi 2019), Nur Alfiyatuz Zahro (Akuntansi 2019), M. Hafidz Rifki F. (Akuntansi 2019), dan Fatimah Az-Zahra (Desain Komunikasi Visual 2019), menciptakan inovasi media pembelajaran bahasa dan budaya jawa untuk anak sekolah dasar. Dalam buku tersebut, siswa tidak hanya sekedar belajar membaca, tetapi juga bisa mendengarkan sekaligus mempraktekkan bahasa melalui fitur augmented reality yang dapat di akses pada buku itu.

“Kita membuat buku cerita berbahasa jawa untuk mengenalkan budaya jawa disertai ilustrasi gambar lift the flap yang menarik dan berwarna. Selain itu ilustrasi maskot Banu dan Dara akan dapat dianimasikan dalam bentuk audio visual dari program augmented reality yang berada dalam buku ini,” ucap Nur Alfiyatuz.

Hingga saat ini, Buku “Kuritabaya” karya mahasiswa Universitas Negeri malang ini telah terjual hingga lebih dari 50 eksemplar dalam kurun waktu 2 bulan.

“Buku kami sangat diminati oleh para orang tua, mitra sekolah dasar, dosen, peneliti sastra balai bahasa provinsi Jawa Timur, dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang. Sehingga dalam kurun waktu 2 bulan, sudah terjual lebih dari 50 eksemplar,” jelas Mufazatul, selaku ketua tim.

Harapan ke depannya, kelompok ini dapat terus menciptakan variasi cerita Buku “Kuritabaya” dengan berbagai series jenjang berikutnya. Buku ini bisa dibeli dengan harga Rp 153.000 dan mendapatkan satu seri buku “Mlaku-Mlaku ing Yogyakarta” yang sesuai dengan kurikulum 2013 disertai aplikasi augmented reality yang dapat diakses melalui scan barcode yang telah disediakan di cover buku.

“ Buku “Kuritabaya” dicetak dengan hard cover dan full color baik isi maupun sampulnya. Di dalam buku terdapat ilustrasi yang sangat menarik dengan konsep lift the flap untuk mengajak pelajar bermain sambil belajar bahasa jawa,” tukas Mufazatul.**