kupasrahkan batin ini ke padaMu, agar aku mampu berbaring di pangkuanMu

seringkali aku meratap dan tunduk di bawah Alifmu. di bawah segala doa agar hati ini mengeja firmanMu sebagai cermin bening bagi diri sendiri

meski tak pernah memandang sujudku, namun dari butiran zikir ke dalam tasbih batinku, memanjangkan langkahku untuk tiba ke padaMu

terasa, batin ini mencair, membersihkan tiap pintu dan ruang-ruang azan, hingga memancar bagai bintang. karena di sinilah temoatMu menatap aku secara utuh

telah kupasrahkan segala bacaan. segala haraoan dalam ketidakberdayaan. di sinilah Kau selimuti takwaku yang kuucap lewat lidahku yang kelu

dari ratusan masjid temoatMu berdiri; hatiku lebur ke dalam rangkaian firmanMu yang teduh. hanya Alif menjadi tongkat untuk tiba di rumahMu yang penuh kaligrafi sebagai rahmat

telah kuucap kata ini dalam lidah yang hafis. karena lingkaran doa dan rangkaian surah yassin telah memadukan ucaoan sebagai Alif di balik batinku yang oenuh diriMu.

Anto Narasoma

Tirta Bening, 26 April 2019