Cigombong, Pakuan Pos – Musim hujan dan kemarau tak lepas dari unsur air, dan kerap memicu terjadinya bencana alam ketika tidak terkendali. Hal itu menjadi dasar pemikiran kelompok pemuda kreatif di Desa Pasir Jaya untuk melakukan inovasi pengelolaan air.

Setelah melalui proses diskusi panjang dan melakukan koordinasi dengan kepala desa dalam upayanya tersebut, pemuda Desa Pasir Jaya yang terdiri dari perangkat desa, para ketua rt, rw, lpm, serta kelompok kepemudaan itu menggabungkan diri dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk mengelola program pembangunan drainase vertikal. Program itu merupakan bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR.

“Berdasarkan hasil analisa kami di lapangan, air merupakan hal yang sangat vital bagi masyarakat. Ketika air datang berlebih, maka akan menimbulkan bencana. Demikian juga ketika air tidak ada, sudah pasti jadi bencana juga. Maka dari itu perlu dilakukan penataan dan pengelolaan air. Dan Alhamdulillah solusinya sudah kami dapat melalui program pembuatan sumur resapan air”, ujar Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Pasir Jaya Lucky Setiadi, yang juga menjabat sebagai ketua RW itu, minggu (01/08/2021), di lokasi kegiatan di kawasan SDN Pasir Jaya 02.

Lucky didampingi oleh anggota KSM lain. Diantaranya, Jaelani yang menjabat sebagai Kasi Pemerintahan Desa Pasir Jaya, Joes Aziz selaku anggota Lpm, Fadlikal Irwansyah’Phonix sebagai ketua kelompok kepemudaan Aparat dengan Gilang’Ibul, serta tim tehnik kerja yang terdiri ketua RT dan RW setempat.

Jaelani menambahkan, drainase vertikal yang tengah dibangun merupakan saluran air yang berfungsi untuk mengalirkan air hujan secara vertikal dari permukaan ke dalam tanah. Drainase ini terdiri dari 2 katup mainhole penangkap air hujan dan alat modulur tank rainsave sebagai tampungan yang dirakit, disusun, dan dilapisi kain geotextil serta beralaskan pasir dan kerikil yang ditanam memanjang di dalam tanah.

Air kemudian mengalir melalui dua katup mainhole penangkap air hujan dengan kedalaman 1 meter. Air yang berada di masing-masing katup mainhole selanjutnya akan dialirkan melalui pipa menuju alat rainsave sebagai tampungan air hujan.

Pada dasar katup mainhole dan tampungan alat rainsave terdapat pasir dan kerikil dengan masing-masing tebal 10 cm yang berfungsi untuk membantu mempercepat penyerapan air ke dalam tanah.

“Fungsi drainase vertikal untuk menampung air hujan agar tidak semua mengalir ke selokan dan sungai. Kemudian menyerap air hujan sehingga bisa terserap oleh tanah secara cepat, mencegah musibah dan mencegah kekeringan di musim kemarau”, kata Jaelani.

Senyambung penjelasan Jaelani, Phoenix menambahkan, drainase vertikal atau sumur resapan yang dibangun tim KSM Pasir Jaya sebanyak 15 unit, dengan ukuran bervariasi, sesuai dengan kondisi di lokasi. memiliki kedalaman hingga 2 meter dari pipa kontrol sampai dasar alat rainsave dengan panjang permukaan mencapai 3,5 meter.

“Dengan adanya bantuan drainase vertikal dari Dinas PUPR, insha Allah nanti masalah genangan yang terjadi di desa kami akan dapat diatasi. Warga bisa beraktifitas dengan tenang tanpa khawatir rumahnya dilanda genangan air saat hujan tiba dan tidak khawatir kekeringan saat kemarau,”tandasnya.

Sebagai tambahan informasi, sejak 2017 hingga 2020 Dinas PUPR Kabupaten Bogor telah memasang drainase vertikal di 1.077 titik genangan air. Tahun 2017 di 150 titik, tahun 2018 di 127 titik, tahun 2019 di 290 titik dan tahun 2020 di 510 titik. (Raden)