Cigombong, Pakuan Pos – Air, ketika tidak dikelola dengan baik maka akan memicu terjadinya bencana. Baik kekeringan ketika kemarau, dan banjir ketika tingginya intensitas air hujan yang tak terkendali.

Didasari hal itu, Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KSM) Desa Cisalada mengajukan program bantuan pembangunan drainase vertikal kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, melalui Dinas PUPR, yang saat ini telah direalisasikan di dua tahap pekerjaan.

“Di tahap dua ini kami sudah membangun 7 sumur resapan air yang tersebar di wilayah RW 08. Sisanya yang 2 lagi kami bangun di wilayah RW 06 Ķampung Cileungsir. Saat ini sedang dalam proses pengerjaan”, jelas Ketua KSM Desa Cisalada Haji Deden, yang didampingi dua aggota KSMnya, saat dijumpai di kediamanya, beberapa waktu lalu.

Lebih lajut dia menyatakan bahwa dalam melaksanakan program itu pihaknya melibarkan juga swadaya masyarakat sekitar secara bergotong-royong secara bergantian. Diakuinya, tida ada kendala selama melaksanakan program. Hanya pada saat pendistribusian bahan material tim kerjanya harus menempuh jarak yang agak jauh. Karena akes jalan utama terdekat yang biasa dilalui untuk sementara ditutup, sebab sedang dilakukan pengecoran jalan yang merupakan realisasi dari program Samisade.

Lebih jauh, Haji Deden mengungkapkan terimakasihnya kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan bantuan meĺalui Dinas PUPR. Dan ungkapan terimakasihnya jug ditujukan kepada Kepala Desa (Kades) Cisalada Muhamad Dathul Kahfi beserta jajaran pemerintahan yang seĺama ini terus memberikan suport kepada KSM.

“Terimakasih kepada Bupati Bogor dan Pak Kadis PUPR atas bantuanya. Tak lupa, terimakasih juga kepada Pak Kades Dadat yang terus memberikan doronga semangat ķepada kami hingga program ini dapat berjalan lancar. Harapan ķami, kedepan pemerintah daerah lebih mengoptimalkan bantuan non reguler bagi masyarakat dengan prosedur yang lebih dipermudah serta anggaranya ditambah”, tutupnya sambil berkelakar.

Sebagai tambahan informasi, drainase vertikal merupakan saluran air yang berfungsi untuk mengalirkan air hujan secara vertikal dari permukaan ke dalam tanah. Drainase ini terdiri dari 2 katup mainhole penangkap air hujan dan alat modulur tank rainsave sebagai tampungan yang dirakit, disusun, dan dilapisi kain geotextil serta beralaskan pasir dan kerikil yang ditanam memanjang di dalam tanah.

Air kemudian mengalir melalui dua katup mainhole penangkap air hujan dengan kedalaman 1 meter. Air yang berada di masing-masing katup mainhole selanjutnya akan dialirkan melalui pipa menuju alat rainsave sebagai tampungan air hujan. Pada dasar katup mainhole dan tampungan alat rainsave terdapat pasir dan kerikil dengan masing-masing tebal 10 cm yang berfungsi untuk membantu mempercepat penyerapan air ke dalam tanah.

Fungsi drainase vertikal untuk menampung air hujan agar tidak semua mengalir ke selokan dan sungai. Kemudian menyerap air hujan sehingga bisa terserap oleh tanah secara cepat, mencegah musibah dan mencegah kekeringan di musim kemarau.

Sejak 2017 hingga 2020, Dinas PUPR Kabupaten Bogor telah memasang drainase vertikal di 1.077 titik genangan air. Tahunt 2017 di 150 titik, tahun 2018 di 127 titik, tahun 2019 di 290 titik dan tahun 2020 di 510 titik. (Raden/Aten)