Cigombong, Pakuan Pos – Sungguh miris, penyaluran Bansos BPNT Mandiri di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor, telah terjadi pembohongan publik yang tidak disadari oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Salah satunya seperti yang terjadi di wilayah Desa Ciburuy, Kabupaten Bogor. Dimana saat penyaluran bantuan sosial yang dilaksanakan di sebuah area penggilingan padi jelas terpampang sebuah banner yang bertuliskan “Sembako” yang merupakan singkatan dari Sembilan Bahan Pokok. Sementara bantuan yang diberikan kepada 380 KPM oleh agen e – warung Much untuk dua bulan itu hanya lima jenis. Yakni 2 karung beras ukuran 10 kg, daging sapi 1 kg, telur ayam 1 kg, satu bungkus plastik tahu putih berisi 10 potong dan 2 pcs buah pir.

Selain itu, jika bahan pokok yang dibagikan kepada para KPM itu dirupiahkan sesuai harga eceran tertinggi (HET) jumlahnya kurang dari jumlah saldo dalam kartu masing – masing KPM yakni 400 ribu rupiah.

“Coba kita hitung saja, beras dua puluh kilo gram jika berasnya bagus hitung saja per kilonya 10 ribu dikali dua puluh jadi dua ratus ribu. Trus daging sapi yang bagus saat itu harnya 100 ribu perkilo, buah pir dua butir 10 ribu, dan tahu satu bungkus itu paling 10 ribu dan telur ayam perkilo 25 ribu. Jadi totalnya hanya 345 ribu rupiah. Sementara saldo kami 400 ribu. Itu selisihnya yang 55 ribu kemana? Dikalikan jumlah kpm 380, jadi totalnya 20 juta 900 ribu rupiah. Untung besar itu agen”, beber Sumardi salah satu KPM Desa Ciburuy saat diwawancara awak media di lokasi penyaluran bantuan, Minggu (04/04/2021) lalu.

Keluhan sama disampaikan Basri, salah satu pihak keluarga KPM yang mengaku kecewa dengan kualitas paket bahan pokok yang diterima keluarganya.

“Ya jelaslah kami sangat kecewa. Masa saldonya 400 ribu bahan pokok yang diterima jumlahnya kurang dari saldo. Sementara setelah kartu digesek itu saldonya langsung nol”, imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi, salah satu petugas penyalur bantuan yang identitasnya enggan dipublikasikan membenarkan bahwa bahan pokok yang disalurkan itu untuk dua bulan.

“Iya Pak, bantuan ini untuk dua bulan, maret dan april”, kata petugas penyalur itu.

Sementara itu, ketika awak media meminta waktu untuk mengkonfirmasi hal tersebut kepada petugas yang lainnya juga pemilik agen e – warung, hampir semua saling lempar bola dan enggan menjawab dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan kehadiran awak media yang melakukan tugas jurnalistik di lokasi itu terkesan diabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mandiri, Seksi PKM Kecamatan Cigombong maupun TKSK belum bisa dimintai keterangan. (Raden)