Jakarta, Pakuan Pos – Pengurus Koordinatorat Nasional (Koornas) Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tungga Hati Maria (THS-THM) bertemu pengurus pusat Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/7/21)

Koordinator Nasional THS-THM Eugenius Kau Suni bersama sejumlah pengurus diterima langsung oleh Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser, Hasan Basri Sagala bersama sejumlah pengurus GP Ansor.

Pertemuan THS-THM dengan Banser NU ini juga dihadiri utusan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI Toni HF Pardosi.

Menurut koordinator nasional THS-THM, pertemuan ini sebagai bentuk silaturahmi awal sekaligus membahas rencana latihan bersama THS-THM dengan Banser NU.

“Bangsa kita banyak mengalami tantangan, dan kami memandang perlu untuk membangun silaturahmi lintas kelompok sekaligus sinergi program untuk menjaga keutuhan nasional Indonesia. THS-THM merasa cocok dengan Banser NU, kami rencana latihan bersama, tetapi bentuk latihannya seperti apa, ini nanti masih harus diskusikan lebih lanjut,” kata Egi saapaan akrab Eugenius Kau Suni usai pertemuan di kantor GP Ansor Jakarta.

Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser, Hasan Basri Sagala, mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan THS-THM ke kantor GP Ansor ini yang memiliki pemikiran sama untuk menjaga NKRI.

“Kami akan laporkan hasil pertemuan ini ke ketua umum GP Ansor bapak Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. Intinya ini langkah awal yang baik, nanti paling mungkin kita apel kebangsaan, harapannya Banser NU bisa muncul bersama dengan THS-THM, tapi kita lihat situasinya dulu. Latihan-latihan penanganan bencana juga cocok,” ujar Hasan Basri Sagala.

Sementara itu, Kepala pada Seksi Penguatan Lembaga Subdirektorat Kelembagaan Direktorat Urusan Agama Katolik, Toni Pardosi, menyatakan pihaknya menyambut baik pertemuan ini sebagai bentuk komunikasi dan silaturahmi lintas agama yang cocok untuk menjaga harmoni Indonesia.

“Pak Dirjen Bimas Katolik sangat mendukung adanya pertemuan ini, silahkan diatur apakah latihan bersama, atau transfer kurikulum, kami hanya bisa mendukung sesuai porsi kami yang mungkin,” kata Toni Pardosi yang juga anggota THS-THM ini.

THS-THM sendiri merupakan organisasi pencak silat pendidikan yang memiliki semboyan Pro Patria et Ecclesia yang berarti “Untuk Tanah Air dan Gereja” selama ini aktif melakukan kaderisasi orang muda katolik untuk semakin mampu mengabdi gereja dan bangsa. Sementara, Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau Banser NU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama dari GP Ansor yang selama ini cukup banyak terlibat dalam misi kemanusiaan dan pengamanan masyarakat. (Eky)