Bogor, Pakuan Pos – Anda masih ingat saat jaman batu? Maksudnya bukan jaman purbakala, melainkan saat dimana batu akik mewabah di seantero tanah air kita, beberapa tahun silam.
Kita kilas beberapa tahun kebelakang saat batu akik menjadi trend bagi semua kalangan masyarakat Indonesia. Sekitar tahun 2013, seolah latah, hampir semua orang diberbagai daerah perkotaan bahkan pelosok terhipnotis oleh polesan berbagai jenis baru akik. Walhasil, bermunculan juga berbagai nama baru untuk batu akik. Bahkan, dalam satu bongkah bahan batu akik setelah dibentuk hingga licin mengkilap, muncul berbagai nama yang berbeda.
Di sisi ekonomi, naik daunnya batu akik membawa berkah bagi perputaran uang. Transaksi jual beli pun terjadi dimana-mana. Kesejahteraan ekonomi masyarakatpun saat itu terfasilitasi. Berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi yang terjadi dua tahun terakhir ini, saat wabah virus Corona menerpa. Sekitar akhir tahun 2014 nya sang batu akik yang merajai pun mulai meredup dan kini dianggap makin tenggelam.
Tapi jangan salah,meski ditengah himpitan sulitnya perekonomian saat Pandemik Covid – 19 ini, masih
ada seorang seniman akik yang masih konsisten menggelutinya. Dia adalah Kang Uwi yang membuka kios baru akik “Pengkolan” di Jalan Raya HR. Edy Sukma, Cisalopa, di wilayah Selatan Kabupaten Bogor.
“Sudah sebelas tahun ini saya menggeluti usaha jual beli dan jasa pembuatan kerajinan batu akik, mulai dari berbagai batang cincin, pernak – pernik serta kerajinan lainya”, ungkap Kang Uwi di suatu malam di galeri seninya.
Dia mengakui, meski di masa Pandemik ini omsetnya sangat menurun drastis, namun rasa kecintaanya terhadap salah satu mineral alam hasil karya Tuhan Yang Maha Esa (Batu Akik, red) tetap mempertahankan usahanya itu.
“Ada kepuasan tersendiri bagi saya ketika memotong,membentuk hingga memoles batu akik”, imbuhnya.
Berdasarkan pantauan Djava Media Grup, di wilayah Selatan Kabupaten Bogor, komunitas batu akik masih tetap eksis dan terus bertahan. Sebagian pecinta bahan alam itu tidak memungkiri dengan menikmati keindahan batu akik dapat sedikit mengobati luka di fikiranya dalam menghadapi sulitnya ekonomi akibat wabah virus Covid – 19.
Penulis : R.Bhenz Supriyadi
Selasa, 28 September 2021