Jakarta, Pakuan pos – Lolosnya 10 capim KPK yang akan diajukan kepada Jokowi harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat, selain menunjukkan komitmen Jokowi dalam pemberantasan korupsi, Jokowi juga harus memastikan bahwa para capim yang ditunjuknya nanti sesuai dengan keinginan masyarakat, setidaknya mereka adalah Pemimpin KPK yang bersih, tidak pernah memiliki masalah sedikitpun terkait korupsi, dan Jokowi harus memastikan bahwa keputusannya nanti bukanlah berdasarkan titipan politik.

Hal ini mengingat bahwa keputusan Jokowi dalam menentukan Pimpinan KPK akan menjadi pengawal pemerintahan Jokowi di periode keduanya, sehingga Jokowi harus mewujudkan janjinya dan komitmennya dalam menciptakan pemerintahan yang bersih.

Sehingga, akhir dari kepemerintahan Jokowi menjadi warisan yang mewujudkan kepentingan bangsa yang ingin negerinya bersih dan terbebas dari korupsi. “Bukan kepentingan politik bagi-bagi jatah di awal pemerintahan periode kedua Jokowi,” kata Adri Zulpianto Koordinator ALASKA dalam rilisnya.

10 nama yang akan diputuskan Jokowi telah mewakili semua element bangsa, itu sudah mencakup semu profesi, tapi memutuskan atas nama kepentingan bangsa haruslah memperhatikan keinginan bangsa, sehingga Jokowi harus melihat gejolak yang terjadi selama proses seleksi capim KPK.

Karena gejolak itulah yang menjadi aspirasi bangsa, jika gejolak yang berupa penolakan maupun kritik terhadap para capim KPK tidak di dengar dan tidak dipertimbangkan, mungkin ini akan menjadi catatan buruk Jokowi di awal pemerintahan periode keduanya, yang akan menjadi jalan terjal bagi kepemerintahan Jokowi 5 tahun mendatang.

“Oleh karena itu, Jokowi harus berani menghapus nama capim KPK yang di nilai masyarakat bermasalah, termasuk nama komisioner yang di periode sebelumnya masih terdapat banyak kasus belum terselesaikan,” ujarnya Senin, (2/9/2019).

Sehingga, pemimpin KPK selanjutnya dapat dinilai sebagai pimpinan yang tidak memiliki dosa masa lalu, dan KPK selama periode mendatang menjadi pemberantas korupsi yang berani dan bersih dari makelar kasus.

Adri Zulpianto
Koord. ALASKA