Pakuan Pos – Barat gunakan sentimen Agama untuk teriak Anti China dengan bumbu Komunisme VS Timur teriak Anti Arab dengan Khilafah sebagai penyedap rasa, saling bertarung Kepentingan Dominasi di Indonesia. Radikalisme dan Ketidak adilan menjadi sajian nya.

Pendekatan Politik KEKUASAAN menggunakan Politik AGAMA dan IDEOLOGI jika tanpa Agenda Tersembunyi, harusnya Pendekatan AGAMA itu wujud Ketuhanan Yang Maha Esa dalam spiritualitas bagi setiap Manusia Indonesia, sehingga KEKUASAAN dan IDEOLOGI menciptakan
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Nasionalisme Kebangsaan berbuah
Persatuan Indonesia. Bertemu lah Spirit Demokrasi PANCASILA itu ada didalam Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebjaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Sehingga Ikhtiar menuju
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia akan menemukan jalan nya.

Ketika Ber KEKUASAAN tidak menciptakan KEADILAN dan Ber AGAMA tidak Mengakibatkan KEDAMAIAN, bertemu dalam satu wilayah Kepentingan/Menjadikan KEGADUHAN.
Pada fase tertentu, kesadaran Kemasyarakatan Bangsa Indonesia harus kembali kepada Jatidirinya, yaitu kembali kepada AKAR BUDAYA BANGSA. “Ber ada lah diantara tebing, maka kita akan mengerti pentingnya berdiri tegak”

Oleh: Urip Haryanto

Presidium Poros Nusantara
Alumni LEMHANNAS RI (2018)