Jakarta, Pakuan Pos – Ketua Perindo Teluk Bintuni, Edison Orocomna pertanyakan proses penanganan dugaan Korupsi di wilayah Teluk Bintuni, Papua Barat yang hingga saat ini dinilai belum ada pergerakan.

Menurut Edison, sebelumnya mereka telah membuat laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menyertakan bukti-bukti yang cukup kuat.

“Laporan sudah masuk tanggal 15 Februari 2021,” kata Edison yang juga menunjukkan bukti laporan kepada media, Kamis (29/4/21) malam.

Edison yang merupakan mantan Ketua KNPI Teluk Bintuni ini tidak terlalu merinci terkait pihak-pihak yang diduga melakukan tindak korupsi.

“Persoalan korupsi di petro tekno yang belum di selesaikan sampai hari ini,” ungkap Edison.

“Barang ini sudah lama kenapa belom ada tindakan,” tambahnya.

Terkait dugaan korupsi tersebut, Edison berharap KPK dapat bertindak secara tegas, karena telah mengorbankan masyarakat.

Edison juga menyinggung dugaan, bahwa hasil dari korupsi tersebut digunakan untuk dana kampanye.

“Kita minta supaya KPK menindak tegas, siapapun pejabat yang bermain, karena fakta hari ini APBD Teluk Bintuni itu besar 3.1 Triliun terbesar di Papua Barat, tapi rakyat hidup susah,” pungkasnya. (Eky)