Serang, Pakuan pos – Hemce Mandagi selaku Ketua Dewan Pers Republik Indonesia mengecam keras atad penganiayaan terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugad jurnalistiknya di wilayah Serang Banten. Tindakan tersebut menurutnya sudah menciderai Undang – Undang Pers sebagai payung hukum tugas awak media.

“Aksi penganiayaan teradap wartawan yang terjadi tidak dapat ditolerir lagi. Perlu penyikapan tegas dari aparat hukum terhadap pelaku, jangan ada kompromi lagi. Tangkap dan adili”, tegas Hence.

Penganiyayaan terhadap Jurnalis media Kupas Merdeka itu dialami oleh Acun Sunarya, yang bertugas diwilayah Serang, Provinsi Banten
Korban mengalami pemukulan dan pembacokan sepulangnya dari tugas liputan kegiatan Dinas lingkungan hidup (LH) bersama tim Gabungan Satpol PP untuk meninjau galian C yang berada di wilayah Propinsi Banten dan Kabupaten Serang, Kamis (05/11/2020).

Dari pengakuan Wahid, diperoleh informasi kronologis terjadinya pemukulan dan pembacokan yang dilakukan oleh oknum warga bernama Ahmad/Bawek terjadi sekitar pukul 21.00 wib.

Awal kejadian sehabis liputan dari Provinsi Banten, ada yang konfirmasi untuk minta bertemu saudara Wahid sebagai Kabiro Kupas Merdeka Serang di wilayah Pamarayan yaitu Bunyamin, warga Kampung Catang, Desa Catang,” ujar Wahid.

“Saat pertemuan tersebut saudara Bunyamin menanyakan cek lokasi (audit) dari Provinsi dan gabungan dari Kabupaten dan satpol PP ke Desa Sangiang Kecamatan Pamarayan, di situlah terjadi keributan sampai Saudara Ahmad/Bawek memukul dan membacok menggunakan sebilah golok sebanyak tiga kali kepada saudara Acun Sunarya dari jurnalis kupasmerdeka.com, Alhamdulilah saudara Acun Sunarya selamat dan bisa menghindar dari pembacokan tersebut,” jelasnya.

“Kami selaku tim dari jurnalis kupasmerdeka.com meminta agar pihak hukum di wilayah serang Banten secepatnya bertindak, agar kedepannya terjamin kenyamanan dan keamanan jurnalis dalam melaksanakan tugas liputannya sebagai kontrol sosial,” pungkasnya. (R. Bhenz)