Bogor, Pakuan pos – Setelah Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH Mukri aji, mendesak agar Bupati Bogor secepatnya melaksanakan Program Nongol babat (Nobat) terhadap bangunan – bangunan yang berada dilahan Negara, yang diduga dipakai untuk praktek’ esek – esek.

Kini giliran Para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor menyampaikan dukungannya terhadap program Bupati Bogor Ade Yasin (AY) tersebut.

“Jika fasilitas yang berada dilahan negara dipergunakan tanpa izin, apalagi digunakan untuk ajang esek – esek,maka akan melahirkan efek negatif terhadap masyarakat. Kami memdesak agar secepatnya bangunan – bangunan seperti itu ditertibkan,sesuai dengan program Bupati tentang Bogor berkeadaban,” tegas KH Mukri Aji, Ketua MUI Kabupaten Bogor.

Pjs Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor. Burhanudin menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana akan mengembalikan keaslian Puncak sebagai wilayah resapan dan perkebunan. Bangunan – bangunan liar yang berdiri dilahan Negara harus dibongkar.

“Upaya jangka pendek terkait persoalan bangunan yang diduga dijadikan kamar jam-jaman dikampung Naringgul,desa Tugu utara adalah melalui program Nongol Babat (Nobat).” Jelas Burhanudin.

Ia pun berharap, masyarakat Puncak secara langsung melaporkan atau meminta persoalan di Kampung Naringgul diselesaikan Pemkab. Sebab, dia yakin putra-putri Cisarua tidak rela tempat kelahirannya dijadikan tempat mesum,” Saya yakin itu, masyarakat Cisarua tidak akan suka wilayahnya dijadikan tempat berbuat dosa,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Pandji Kristiadi membenarkan jika fungsi Puncak sebagai kawasan resapan harus dikembalikan. Rentetan bencana yang terjadi beberapa tahun kebelakang tak lepas karena rusaknya wilayah hulu.

“Puncak harus dikembalikan ke pesona lama, sehingga Puncak menjadi lingkungan yang bersabat dengan alamnya,” tutup dia. (Abdan)