Pelalawan, Pakuan pos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan kembali menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp850.000.000,- (Delapan Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) dari perkara Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Tanah untuk Perluasan Perkantoran Dinas Bhakti Praja Pelalawan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan Nophy Tennophero Suoth, SH, MH di dampingi Kasi Pidsus Andre Antonius, SH dalam keterangan resminya mengatakan dalam rangka Penyelamatan / Pemulihan Keuangan Negara, pihaknya telah melakukan eksekusi uang pengganti dari terpidana dugaan Korupsi proyek perluasan perkantoran Dinas.

“Pada Hari Kamis Tanggal 06 Agustus 2020 Tim Eksekutor Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pelalawan Kembali melaksanakan eksekusi Uang Pengganti dari terpidana Al Azmi.sebesar Rp 350.000.000,- (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah),” ujar Noply melalui sambungan internet,Jumat (7/8/2020)

Noply mengungkapkan,penyelamatan keuangan negara tersebut berdasarkan Putusan Peninjauan Kembali dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Tanah untuk Perluasan Perkantoran Dinas Bhakti Praja T.A 2007, 2008,2009, dan 2011 di Kabupaten Pelalawan.

“Total Pemulihan Uang Negara yg berhasil kami selamatkan dari Terpidana Al Azmi adalah sebesar Rp850.000.000,- (Delapan Ratus Lima Puluh Juta Rupiah),”ungkapnya.

Hasil penyelamatan dengan rincian sebagai berikut,Ansuran pertama pada hari Rabu 29 Juli 2020 sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) kemudian disusul angsuran kedua pada hari Kamis tanggal 06 Agustus 2020 sebesar Rp. 350.000.000,- (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Selanjutnya melalui Bendahara Penerima Kejari Pelalawan menyetorkannya ke Kas Negara melalui Bank BRI Kantor Cabang Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan yang disaksikan langsung oleh Pimpinan Cabang Bank BRI Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. (Muzer)