Kejari Kota Bogor Terus Garap Kasus Penyelewengan Dana Revitalisasi Pasar dan Asuransi Pensiun di PD PPJ

0
323

Bogor, News Warta Publik Kasus dugaan penyelewengan dana revitalisasi pasar dan asuransi pensiun di tubuh Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) terus digarap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor. Dari jajaran direksi hingga kepala bagian pun bergantian diperiksa tim penyidik Korps Adhyaksa.

Direktur Umum (Dirum) Deni Harumantaka, yang sedianya dipanggil untuk kedua kalinya oleh tim penyidik, Rabu lalu (29/8), mangkir dari pemanggilan tersebut dengan alasan sakit. Bahkan hingga kemarin, salah satu pimpinan perusahaan pelat merah itu tercatat tidak masuk kantor. Dari informasi yang didapatkan di PD PPJ, dirumah sudah tiga hari tidak masuk kerja dengan alasan kesehatan.

“Sudah tiga hari tidak kelihatan dikantor, katanya sih sakit. Tapi, kurang juga. Bisa jadi stres,” ujar salah satu pegawai PD PPJ yang tidak bersedia disebutkan namanya. Jumat, (31/8/2018).

Kasus penyalahgunaan dana revitalisasi pasar senilai Rp15 miliar dan asuransi pensiun tersebut mendapat perhatian publik. Tak terkecuali pengamat hukum, Sugeng Teguh Santoso. Ia menuturkan, kasus yang tengah ditangani kejari ini terhitung kasus yang tidak sulit. Sebab delik korupsi itu sistemik, artinya berdasarkan sistem. “Jadi gampang dilacaknya. Postur tiap tahun ada laporannya,” ucapnya.

Sugeng menyerahkan dan menghormati segala proses hukum yang tengah didalami Kejari Kota Bogor. Meski begitu, ia juga mendesak segera menetapkan tersangka apabila sudah ada minimal dua alat bukti yang menerangkan adanya pidana korupsi.

“Jangan digantung-gantung. Ini perkara sederhana, cuma masalah penggunaan dana, apakah sesuai aturan, kewenangannya. Gampang itu,” katanya.

Sugeng juga mengkritisi Wali Kota Bogor Bima Arya yang dianggap pandai berkata-kata dalam kasus ini. “Katanya ketika mulai ada gerakan penyelidikan kejaksaan, prosedur yang dilakukan PD Pasar sudah benar. Lalu begitu ada penggeledahan, lepas tangan. Nah, sekarang silang pendapat. Wali kota hebat berkata-kata,” ketusnya.

Sebelumnya, Deni Harumantaka dipanggil Kejari Kota Bogor sebagai saksi kasus dugaan penyelewengan dana revitalisasi pasar dan asuransi pensiun, giliran dua petinggi lainnya yang diperiksa. Direktur Utama (Dirut) Andri Latif dan Direktur Operasional (Dirops) Syuhairi Nasution digarap tim penyidik kejari. Keduanya memenuhi panggilan ke kantor Kejari Kota Bogor di Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah. [ Red ]

 

Reporter by Andy Diava
News Warta Publik