News Warta Publik – Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) merupakan tanaman merambat yang biasa dimanfaatkan sebagai sayuran. Selain merambat, tumbuhan ini juga membelit dan membentuk semak menahun. Dalam budidaya kecipir, biasanya tumbuhan ini diberi penyangga.

Batangnya silidris, beruas-ruas, jarang mengayu, panjangnya hingga 4 meter, berakar banyak dengan akar samping yang panjang, menjalar datar dekat permukaan tanah dan sebagian diantaranya menebal membentuk umbi. Berikut artikel mengenai manfaat kecipir untuk kesehatan.

Di Indonesia, kecipir umumnya ditanam untuk diambil buahnya yang muda, yang beserta pusuk dan daun-daun yang muda biasanya direbus untuk dijadikan bahan kuliner. Para ahli berbeda pendapat mengenai asal usul kecipir terutama karena tidak didapati jenis liarnya, semua merupakan jenis yang telah dibudidayakan.

Keanekaragaman tertinggi kecipir didapati di Papua, wilayah perbukitan di timur laut India, serta wilayah Burma yang bertetangga, sehingga diduga wilayah-wilayah itu merupakan pusat-pusat domestikasinya. Kecipir banyak didapati di Asia Tenggara dan tanaman ini menyukai tanah yang baik serta mendapat sinar matahari yang cukup.

Pada tahun 1960-an kecipir dipromosikan secara internasional sebagai tanaman serbaguna. Kemudian pada tahun 1980 penelitian tentang kecipir sudah mulai berkembang terutama pada negara-negara berkembang.

Berbagai sumber