Bogor, Pakuan pos – Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners selaku kuasa hukum dari Faisal Sukma alias Ustadz Brama Kumbara (UBK), seorang penceramah kondang Nahdlatul Ulama (NU) dengan Nomor Kartu Tanda Anggota NU : 4617005300165269, akan melaporkan pendakwah nasional berinisial AT ke Bareskrim Mabes Polri.

Kuasa Hukum UBK, Rd. Anggi Triana Ismail, membeberkan, AT akan dilaporkan karena diduga telah menfitnah Badan Otonom Organisasi Besar Islam Nahdlatul Ulama yakni para pengurus GP Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) yang menurutnya sebagai anak cucu dari Partai Komunis Indonesia atau PKI. Anggi menyebut AT juga terang – terangan menyebut beberapa nama pengurus Ansor, salah satunya ketua umum GP Ansor pusat Yaqut Choilil Coumas. Dalam isi video ceramahnya, AT juga mengatakan bahwa undang-undang tidak diperlukan.

Apa yang disampaikan AT dalam isi ceramahnya itu, kata Anggi, secara terang – terangan telah melakukan perbuatan pidana fitnah, penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian dimuka umum. Sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 310 dan Pasal 311 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) Jo Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang Transaksi ITE, Jo Pasal 4 UU Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi RAS dan Etnis, terhadap pengurus organisasi GP Ansor dan Banser atas kalimat yang dilontarkan bernada atau bersifat Provokatif di hadapan umum serta media elektronik.

Anggi juga menyampaikan isi dari beberapa penggalan rekaman video AT yang berdurasi 2 menit 19 detik. Dalam rekaman videonya, AT menyatakan bahwa yang membunuh para ulama adalah para pemuda rakyat PKI. Lalu Banser membalas pembantaian itu, namun tidak semuanya. Banser menyisakan para pimpinan dan petinggi PKI, sehingga sampai hari ini anak cucu dan keturunan PKI menjadi pengurus Banser. Selain Yaqut Coumas, AT juga menyebut nama Ade Armando dan Abu Janda sebagai salah satu keturunan PKI yang kini masuk dalam Banser. Dalam rekaman video itu juga AT mengatakan, hal itu bukan katanya, tapi kata orang – orang NU yang punya kedekatan denganya.

Berdasarkan arahan dari salah satu penyidik Unit Cyber Bareskrim Mabes Polri saat pihaknya berkonsultasi & interview, lanjut Anggi, klienya dianjurkan untuk melaporkan terlebih dahulu orang yang bernama abiza (dalam akun FB), karena menyangkut keselamatan jiwa klienya.

“Pada awalnya klien kami mengunggah status di halaman FB nya terkait penghinaan AT terhadap warga NU, tidak lama kemudian akun fb yang bernama abizar berkomentar yang berisi ancaman & percobaan kekerasan bahkan ancaman pembunuhan. Dengan demikian, kami telah melaporkan Abizar terlebih dahulu atas dugaan tindak pidana yang dilakukanya ke Bareskrim Mabes Polri dan alhamdulillah telah diterima oleh Bareskrim Mabes Polri sebagaimana tercatat dalam Laporan Polisi Nomor : STTL / 201 / VI / 2020 / BARESKRIM, tertanggal 15 Juni 2020”, tandas Anggi.

Adapun untuk AT, tambah Anggi, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat aduan tertulis ke Mabes Polri, sebagaimana anjuran dari unit Cyber Bareskrim Mabes Polri. (Benz)