Madiun, Pakuan Pos – Sebentar lagi Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah akan tiba. Tapi Idul Adha tahun ini menghadapi tantangan pelik dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

Diketahui wabah PMK dicirikan dengan lepuhan berisi cairan atau luka pada lidah, gusi, hidung, air liur berlebihan, luka dengan lepasnya kuku sehingga hewan tidak mampu berjalan atau pincang dan hilang nafsu makan.

Walaupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak menular pada manusia, akan tetapi wabah ini menular dari kepada hewan lain baik melalui kontak langsung ataupun kontak tidak langsung secara cepat. Wabah PMK juga memiliki dampak merugikan dengan penurunan produktivitas hingga angka kematian mendadak yang cukup tinggi.

Berpijak dari merebaknya PMK di Jawa Timur, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa (DD) Jatim, Kholid Abdillah menjelaskan untuk menjaga kualitas hewan kurban di tengah wabah PMK, DD menyiapkan bibit secara modern. “Bahkan kita memilih dan menyiapkan bibit unggul, sampai proses penggemukannya semua dilakukan secara mandiri di kandang milik Dompet Dhuafa atau Sentra Ternak DD Farm,” ujar Kholid Abdillah saat jumpa pers di kandang Sentra Ternak DD Farm yang berada di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Sabtu (25/6/2022).

Masih menurut dia, wabah PMK ini menjadi kekhawatiran bagi banyak pihak termasuk DD. “Namun kami telah memiliki kandang sendiri yag tersentral. Dan telah melakukan langkah-langkah pencegahan sebagai antisipasi. Seperti controlling hewan, pembatasan orang masuk, pengecekan rutin tenaga medis dan sebagainya,” jelasnya.

Tak hanya itu, sejak Januari 2022 hewan kurban telah disiapkan sebaik mungkin secara khusus sehingga dapat diketahui asal-usul bibit-bibit ternak tersebut. “Hal ini termasuk dalam rangka mengedepankan tatalaksana pencegahan penularan PMK,” katanya.

Selanjutnya menurut dia, DD juga sudah memiliki kandang plasma. “Artinya dalam proses pengadaan domba atau kambing-kambing di peternakan tidak diambil dari pasar secara umum. Tapi memang di kandang-kandang yang telah dikondisikan sehingga kita tau track recordnya, sekaligus memberdayakan peternak lokal. Dan memang jika tidak layak kurban tidak akan kita lepas,” tambahnya.

Ditemui terpisah, Kepala Kandang Sentra Ternak Dompet Dhuafa Farm di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Eko Aris Setyawan, di kandang Desa Jatisari saat ini tercatat sekitar 1000 hewan kurban domba. “Kami pastikan hewan domba tersebut dalam kondisi aman, sehat dan berkualitas. Kita berusaha memastikan hewan kurban yang akan dipotong itu bebas dari PMK, dan setiap hari kita beri vitamin dan nutrisi yang cukup sehingga kesehatan terjaga hingga nanti pada musim kurban,” papar Eko Aris Setyawan.

Lebih lanjut, Eko Aris Setyawan yang juga menjabat Kades Jatisari ini, kewaspadaan terhadap penyakit PMK yang menjangkiti hewan ternak pun terus ditingkatkan. “Meski sebelumnya ada yang sakit, tapi mayoritas tak ada yang bergejala berat dan sudah dalam kondisi baik semua,” imbuhnya.

Di wilayah Madiun, menurut dia, hewan ternak sudah memiliki kekebalan tubuh yang bagus, meskipun ternak sapi di desa ini ada yang sudah terjangkit PMK. “Kalau misal ada nanti yang terjangkit dengan gejala berat maka tidak akan kami distribusikan,” tandasnya.

Pun, dia juga menargetkan kenaikan berat badan domba setiap bulannya sehingga sesuai dengan yang dipersyaratkan Dompet Dhuafa. “Karena di Dompet Dhuafa ini masing-masing pemesan memiliki pilihannya sendiri, ada yang standar, medium dan premium. Makanya kita juga sesuaikan dengan standart para pemesan,” tutupnya. (MN)