Cigombong, Pakuan Pos – Wabah virus Corona yang menghantam sektor ekonomi secara global seantero dunia menyisakan kepedihan khususnya di kalangan ekonomi bawah. Tak sedikit masyarakat enomi lemah yang hingga hari ini masih juga belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah.

Seperti halnya yang dialami Suhanda, warga Kampung Ciburuy Ebeg, RT 03 RW 10, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan (Opang – red).

“Semenjak Covid ini penghasilan saya makin menurun. Dulu sebelum ada Covid, penghasilan saya ngojek sehari bisa dapet 50 ribu kadang lebih. Sekarang paling dapet 15 ribu”, imbuh lelaki lajang berusia 35 tahun itu, Jum’at (18/06/2021).

Kondisi yang dialaminya, lanjut Suhanda, diperparah dengan tidak adanya bantuan dari pemerintah dalam bentuk apapun yang diterimanya. Padahal meski dia belum berkeluarga, tapi sudah memiliki KTP dan KK sendiri.

“Gak ada bantuan apapun yang saya terima dari pemerintah. Padahal kan saya juga warga negara yang punyak hak sama dengan warga lain dan terdampak juga oleh wabah virus corona”, keluhnya.

Keluhan sama dilontarkan oleh Obay, pengemudi ojek pangkalan lainya. Kepala keluarga yang memiliki empat orang anak itu mengaku kewalahan menghadapi kondisi ekonomi sepanjang wabah virus corona berlangsung.

“Gak tau mau sampai kapan kondisi ekonomi ini akan seperti ini. Penghasilan saya sekarang jauh lebih parah dan semakin parah. Buat menghidupi keluarga, saya sangat sulit, apalagi saya gak dapet bantuan apa – apa”, ujar warga Desa Ciburuy lainya.

Penurunan omzet juga dialami Esep, warga Ciburuy lain, yang dalam kesehariannya berdagang kecil – kecilan di kawasan Kampung Muara, Desa Ciburuy.

” Kalo kondisi ekonomi begini terus, bisa – bisa usaha saya gulung tikar. Gak ada perhatian apapun dari pemerintah yang bantu pelaku usaha kecil seperti saya”, tandasnya. (Raden)