Hukum Cinta adalah salah satu hukum spiritual atau hukum kosmik yang mengatur umat manusia dan alam semesta. Ini adalah hukum dasar penciptaan.

Salah satu persepsi mengenai tujuan Hukum Evolusi dan tujuan kehidupan manusia adalah meningkatkan kapasitas untuk mencintai.

Cinta ilahi bersemayam di dalam semua orang. Ini adalah esensi yang mendasari hukum yang menentukan kualitas realisasi kehidupan dan keindahan citra manusia.

Tujuan hidup kita bermaksud agar Kecerdasan ilahi dan Cinta ilahi mendominasi kecerdasan kita. Kecerdasan ilahi kemudian bersatu dengan kebijaksanaan ilahi.

Tetapi pada kenyataannya Hukum Cinta ini kurang dipahami dan dipraktikkan dengan buruk oleh orang-orang awam pada umumnya.

Tuhan Hyang Maha Esa menyatakan hukum cinta ini untuk umat manusia ketika DIA mendorong kita untuk mengasihi sesama mahluk hidup seperti mencintai diri kita sendiri.

Namun orang-orang kebanyakan pada umumnya belum memahami secara mendalam dan belum dengan tulus mempraktikkan ajaran ini.

Kita harus mengerahkan daya upaya dan waktu untuk merenungkan maknanya dari perspektif spiritual dan perspektif praktis agar jiwa dapat mengungkapkan kebijaksanaannya.

Ketika kita hanya mencintai orang-orang yang mencintai kita, atau ketika cinta hanya diberikan kepada orang-orang dari siapa kita mengharapkan cinta sebagai balasannya, berarti kesadaran kita masih diliputi oleh keadaan mementingkan diri sendiri.

Kita dirancang oleh Hyang Maha Pencipta untuk mencintai tanpa syarat. Hukum spiritual ini mendesak kita untuk mencintai orang lain karena di dalam diri setiap orang ada CntaNYA dan jiwa ilahi yang pada dasarnya sempurna.

Jiwa dan Cinta KasihNYA yang sama itu ada di dalam diri kita dan menjadikan kita sebagai satu kesatuan.

Merdeka!
Uyut Suruyut