Bandung, Pakuan pos – Penetapan Hari Wayang Nasional (HWN) menjadi momentum penting peneguhan wayang sebagai sumber nilai dan identitas jati diri bangsa di tengah derasnya berbagai produk kebudayaan yang masuk dari luar.

Keluarga besar Giri Harja bekerjasama dengan Kelompok Penggiat Pariwisata (Kompepar) Giriharja, menggelar peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap tanggal 7 November.

Helaran kegiatan bertema wayang tersebut berlangsung dari tanggal 4 – 7 November 2019 yang dipusatkan di Gedung Padepokan Seni Budaya Giri Harja, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa barat.

Kegiatan tersebut antara lain; berupa Karnaval Arak-arakan anak sekolah berkostum tokoh wayang, Bazar Produk Kesenian, Pameran Wayang, Rampak Dalang Giriharja, serta penampilan kesenian lainnya termasuk menghadirkan bintang tamu Budi Cilok, Buhun Squad, dan pesinetron ‘jin dan jun’ Sahrul Gunawan.

Pembina Peringatan Hari Wayang Nasional 2019, H. Dadan Sunandar Sunarya mengatakan kegiatan untuk tahun ini lebih difokuskan kepada para siswa dari SD hingga SMA agar lebih mengenal wayang. Dadan, menyatakan keprihatinannya kini banyak anak yang kecanduan bermain gawai atau gadget ketimbang mengenal budayanya sendiri.

“Untuk peringatan Hari Wayang Nasional ini kita lebih banyak merangkul ke generasi muda. Seperti workshop wayang suket atau membuat wawayangan dari daun singkong misalnya. Dengan lebih menekankan pengkaderan atau regenerasi, untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap produk kebudayaannya sendiri, apalagi sekarang kan banyak anak yang kecanduan bermain gadget,” kata H. Dadan kepada awak media di padepokan giri Harja.

Menurut Dadan yang berprofesi sebagai dalang ini, kondisi kekinian wayang golek secara umum bertambah baik dan makin berkembang.

Bagus sekali. Sambungnya, Sekarang banyak dalang-dalang yang bermunculan di Jawa Barat, baik dalang cilik maupun dalang orang dewasa. Sehingga jumlahnya kini lebih menyebar dan lebih merata di tiap daerah di Jawa Barat, bahkan fans-nya juga mereka sangat luar biasa.

“Kalau dulu kan para penikmat hanya terkonsentrasi di Bandung waktu jamannya almarhum Abah Asep,” terangnya.

Sementara itu, Humas acara Hendri Chandra melalui sambungan telepon berharap untuk kedepannya lebih banyak lagi para penggiat seni budaya khususnya seni wayang golek yang ikut dalam kegiatan, baik workshop atau menampilkan pagelaran wayang.

“Elemen masyarakat dan pemerintahan, para pengusaha untuk ikut andil dalam kegiatan ini,” harapnya.

Terus terang saja. Sambungnya, dengan budget seadanya kita berusaha semaksimal mungkin menyelenggarakan kegiatan ini agar dapat terlaksana dengan baik. Rasa cinta dan kepedulian pada warisan adiluhung yang telah diakui oleh dunia, itu yang membuat kami semangat.

“Terima kasih bapak kadisparbud provinsi, kadisparbud kabupaten, wilayah setempat. Kecamatan, RT dan RW yang telah banyak membantu penyelenggara,” Ucap Hendri, Rabu (6/11/2019).

Sebagai informasi, diacara puncak HWN besok. Kamis, (7/11) ditempat yang sama akan digelar ‘Rampak Dalang Bani Sunarya’ akan membawakan lakon ‘Rama Tambak’ menghadirkan para dalang giri Harja. (Tim)