Bandung, Pakuan pos – 7 November ditetapkan menjadi Hari Wayang Sedunia. Wayang diresmikan sebagai warisan dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (Unesco).

Dalam lembaga yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu, wayang yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ditetapkan dalam daftar Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanitiy pada 7 November 2003.

Sebagai warisan budaya yang telah diakui oleh dunia, Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari wayang.

Banyak pihak menyebut Penetapan Hari Wayang diharapkan memberikan kesadaran kepada masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam seni pewayangan.

Selain itu, Hari Wayang juga upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan wayang sebagai aset budaya bangsa Indonesia dan dunia sesuai dengan keputusan UNESCO.

Bertepatan dengan hari wayang Nasional tersebut. Kamis, 7 November 2019 di padepokan seni budaya giri Harja, Jelekong Baleendah, Bandung Jawa barat digelar ‘Rampak Dalang Bani Sunarya’ menampilkan 17 Dalang giri Harja, Dengan membawakan lakon ‘Rama Tambak’.

Humas acara, Hendrie Chandra mengatakan rampak dalang dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Sejak sore, ba’da Maghrib para penonton sudah mulai terlihat berdatangan ke lokasi menunggu acara tersebut dimulai.

Saking membludak dan antusias yang tinggi dari warga masyarakat para pecinta kesenian wayang golek, pihak panitia telah menyiapkan dan memasang layar di halaman padepokan, agar mereka bisa sama-sama menonton.

“Penonton tidak tertampung didalam dan diluar, untuk diluar kita menyiapkan layar,” kata Hendrie. Kamis, (7/11) malam.

Setelah memperkenalkan para dalang. Masih kata Hendrie, dilanjut tarian pembuka yang dibawakan oleh Kharisma Anissa yang merupakan putri kidalang Dadan Sunandar Sunarya. (ADj)