Bogor, Pakuan Pos – Sikap tidak profesional yang ditunjukan para penyedia jasa kontruksi khususnya pelaksana proyek sekolah dasar di wilayah Kecamatan Cigombong dan Cijeruk dikritisi Organisasi Kepemudaan (OKP) Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI dan Polri (GM FKPPI) 1014 Rayon 15 Cigombong – Cijeruk (CGB – CJK)

Menurut Sekretaris OKP GM FKPPI Rayon CGB – CJK R. Bhenz S seharusnya para penyedia jasa kontruksi itu harus lebih kooperatif terhadap masyarakat khususnya di lingkungan pekerjaanya, Organisasi Kemasyarakatan serta Media. Karena, pekerjaan yang mereka laksanakanya itu berkat perjuangan banyak pihak.

“Harusnya para pemborong itu lebih membuka diri terutama kepada masyarakat, organisasi maupun rekan-rekan media. Karena pekerjaan yang mereka dapat itu berasal dari ajuan masyarakat melalui pemerintah desa dan kecamatan yang dipublikasikan oleh para jurnalis. Pada kenyataanya sekarang, ketika mereka memulai pekerjaanya, para pelaksana proyek maupun penanggungjawab pekerjaan jarang bisa dijumpai karena jarang ditempat. Di lokasi hanya ditemui para buruh bangunan saja”, kata Bhenz, Minggu (14/11/2021).

Pertanyaanya, lanjut dia, bagaimana kualitas pekerjaan akan maksimal jika para pekerja tidak diawasi oleh pelaksana proyek. Hal itu akan sangat berdampak negatif terhadap kualitas bangunan dan akan sangat membahayakan para pengguna bangunan terutama para guru dan siswa di sekolah.

“Yang kami khawatirkan itu kualitas pekerjanya. Bagaimana bisa maksimal kalau para pekerja bangunan dilepas begitu saja tanpa arahan. Oke lah mungkin para tukang itu ahli dibidangnya, tapi kan bangunan proyek itu spesifikasi dan bahan bangunanya sudah ditentukan oleh pemerintah sebagai pemberi jasa”, imbuhnya.

Selain mengkritisi sikap pelaksana proyek, Sekretaris OKP GM FKPPI Rayon 15 CGB – CJK juga mempertanyakan fungsi pengawasan dari pemerintah daerah terhadap kinerja para penyedia jasa kontruksi itu.

“Saya gak ngerti bagaimana mekanisme kerja pengawasan pelaksanaan proyek APBD khususnya di dunia pendidikan. Koq seolah pelaksanaan pembangunan seperti dilepas begitu saja. Bahkan di Desa Ciadeg ada proyek Pembangunam Sekolah Baru atau PPSB untuk SD Negeri Ciadeg 1 yang lokasi lamanya terkena pelebaran jalur ganda kereta api, dengan nilai proyek yang sangat fantastis. Dimana dilokasi itu terpampang dengan jelas sebuah banner yang bertuliskan bahwa para pekerja yang bekerja di proyek itu sudah dilindungi oleh BPJS Ketenaga Kerjaan. Tapi ketika para pekerja ditanya soal itu, mereka malah balik bertanya apa itu BPJS. Kan aneh”, tandasnya. (Raden)