Ciawi, Pakuan pos – Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip), dari awal terbentuknya sudah konsen terhadap lingkungan dan tatanan adat serta kehidupan masyarakat sekitar Ciawi, kabupaten Bogor, Jawa barat.

Pada perjalanannya, organisasi yang murni dibentuk oleh warga tersebut, banyak menemukan kejanggalan – kejanggalan baik pada implementasi peraturan pemerintah dan perundang – undangan, serta penyelewengan norma – norma adat dan budaya.

Dalam hal peraturan pemerintah, menurut pembina Formacip, Ujang Kamun (Uka), banyak ditemukan ketidak singkronan antara yang tertulis dan dilapangan. Sebut saja tentang penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) diwilayah Ciawi, Banyak lahan – lahan yang seharusnya jadi sarana umum, malah berdiri lapak – lapak pedagang.

“Jelas sekali dalam peraturan bahwa lahan milik negara untuk fasilitas umum, seperti trotoar, bantaran kali, tidak boleh dijadikan tempat berdagang, atau pendirian bangunan, tapi pada kenyataan, bangunan – bangunan liar kokoh berdiri dan tempat niaga bak pasar diatas trotoar,” jelas Uka. Selasa, (26/11/2019)

Tidak hanya itu. Lanjutnya, norma – norma sosial, banyak sekali yang dilanggar, bisa dicontohkan di simpang Ciawi, tak jarang ditemukan Wanita siap saji (WSS) yang berdiri dipinggir jalan, menanti bookingan dari para pria hidung belang.

“Itu fakta, itu kenyataannya, untuk itu kami berupaya semaksimal mungkin untuk berperan aktif dalam upaya penegakan peraturan pemerintah, dengan turut mengawasi dan melaporkan kepada yang berwenang, agar ditindaklanjuti sesuai Tufoksinya,” beber dia.

“Kami pun meminta kepada para pengambil kebijakan, agar konsekwen menegakkan aturan, agar ketertiban dan ketentraman masyarakat bisa terwujud,” tutupnya. (Abdan)