Ciawi, Pakuan pos– Semangat Forum masyarakat Ciawi peduli (Formacip) yang dulu menggebu – gebu, untuk ikut mengawal program pemerintah, kini mengendur bahkan cenderung mengibarkan bendera putih.

Aspirasi yang pernah disampaikan oleh Formacip didepan anggota DPRD Kabupaten Bogor komisi I, pada acara kunjungan kerja ke kantor Kecamatan Ciawi, berbalik 180 derajat terhadap tuntutan yang pernah diorasikannya.

Inti dari Isi tuntutan tersebut adalah, penegakan perda rumija, pembenahan birokrasi di kantor kecamatan, Penertiban para Wanita siap saji (WSS) yang kerap mangkal di trotoar Ciawi dan pembatasan angkutan bus besar ke jalan alternatif, karena dinilai membuat macet dan mengganggu kepentingan umum.

Pembina Formaci Ujang kamun (Uka), menegaskan, akan meralat semua tuntutan aspirasi tersebut. Dengan dalih kemanusiaan dan merasa puas dengan kinerja birokrasi pada kantor kecamatan Ciawi, dan tidak keberatan akan masuknya bus-bus besar ke jalan milik kabupaten Bogor, yang rata – rata lebarnya hanya 3 – 4 meter saja.

“Kami meralat semua tuntutan Formacip yang pernah disampaikan pada acara Kunker anggota DPRD Kabupaten Bogor komisi I, kami juga sudah pasrah dan terserah pemerintah saja, karena kami hanya warga biasa,” ungkapnya. Kamis, (26/12/2019).

Dia juga mengatakan, perihal apapun yang ada di Ciawi dan sekitarnya, sudah tidak merangsang dan menggugah untuk ikut berpartisipasi ikut bersama pemerintah untuk membenahi.

“Formacip juga sudah berkomitmen untuk tidak ikut campur urusan baik program pemerintah, ataupun kinerja pemerintah, kami hanya akan jadi penonton saja, dan satu lagi yang terpenting, kami juga meralat tuntutan agara Bupati Bogor mengevaluasi Camat Ciawi dan atas tuntutan untuk mundur,” tutupnya. (Abdan)