Pakuan pos – Karena emosilah kebanyakan orang-orang jatuh terpuruk. Kita mengetahui dan menyaksikan banyak kasus, tentang orang-orang yang berusaha mengembangkan nuansa kehidupan beragama, mereka yang menghabiskan seluruh usia kehidupannya untuk mencari kebenaran Hakekat Hidup namun nyatanya dalam kehidupan sehari-harinya, dengan sesama pemeluk agama, mereka saling membenci.

Setiap orang yang berharap untuk mendapatkan apa pun dalam ajaran agama harus rendah hati, tidak membenci apa pun atau siapa pun.

Seseorang mungkin tidak ingin mempengaruhi orang lain, dia mungkin tidak merasa bahwa orang lain itu benar, tetapi saat dia menggunakan energi emosional secara negatif dia menghancurkan dirinya sendiri, bukan hanya menyakiti orang lain.

Setiap sikap emosi yang merusak harus dikoreksi. Emosi harus terbuka, konstruktif, idealistis dan tidak berlebihan, tidak kurang dari yang direkomendasikan oleh “Suara Hati Nurani”

Hal ini sangat jelas terungkap dalam doktrin agama, tetapi sangat sedikit orang beragama yang berhasil menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan berperikemanusiaan.

Di zaman now memang masih ada sedikit orang di dunia ini yang menghormati keyakinan orang lain, juga masih ada penganut sekte-sekte agama yang berbeda yang saling menghormati.

Rahayu
Ayat Uyut