Cijeruk, Pakuan Pos – Setelah sebelumnya pencairan dana program P3A Desa Cibalung Mandiri terhambat selama dua minggu karena kesalahan pada rekening, Akhirnya, Kamis (21/04/2021) dana tahap 1 program tersebut masuk dalam rekening kelompok tani. Dan Sabtu (24/04/2021) pembangunan saluran irigasi yang berlokasi di Kampung Jonggol, Desa Cibalung itu pun mulai dilaksanakan.

“Ya, sebelumnya kami sempat khawatir program itu gagal kami terima. Tapi Alhamdulillah pas hari Kamis kemarin kami cek ternyata dana untuk tahap satu sudah masuk rekening dan hari ini pekerjaan bisa kami mulai”, Jelas Asep Hermawan, Ketua P3A Cibalung Mandiri, di lokasi kegiatan.

Dalam melaksanakan pembangunan saluran irigasi tahap satu itu, Asep menargetkan sebelum hari raya Iedul Fitri mendatang dia berkeinginan agar sudah bisa mencairkan dana untuk tahap kedua. Tapi dirinya tidak bisa memaksakan keinginannya itu, terlebih pekerjaan pembangunan dilaksanakan pada bulan puasa seperti ini, yang berpengaruh besar terhadap keterbatasan energi para pekerja.

Ketika ditanya kendala apa yang dihadapi, Asep mengatakan bahwa pengangkutan bahan material yang menjadi kendala utama. Karena tempat penyimpanan bahan material alam ke lokasi pekerjaan jaraknya cukup jauh.

” Secara otomatis biaya untuk pengangkutan bahan material yang harus kami keluarkan jadi dua kali lipat pak. Mending kalau dana yang kami terima itu utuh sesuai seperti yang tercantum di papan informasi kegiatan”, imbuh Asep.

Bersamaan dengan dimulainya proyek aspirasi salah satu Fraksi di DPRD yang sedang dilaksanakan P3A Cibalung Mandiri itu ditinjau oleh dua orang Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI).

Saat dikonfirmasi soal keterlambatan pengiriman papan informasi kegiatan, Dita, salah satu TPM menjelaskan bahwa menurutnya papan informasi kegiatan sejak program dimulai itu sudah disiapkan oleh pihak balai.

“Sebetulnya itu sudah ada pak tinggal tergantung P3A sama TPM nya. Jadi ketika TPM datang ke lokasi, papan informasi kegiatan langsung dibawa untuk diserahkan kepada P3A agar dipasang di lokasi kegiatan, sebagai bentuk transparansi bagi publik”, tegas Dita.

Sementara itu, ketika ditanya soal adanya P3A di wilayah Kecamatan Cigombong yang menggunakan bahan material batu dari bongkaran saluran irigasi yang lama, Dita menyatakan hal itu jelas telah melanggar aturan. Karena secara aturan dana yang diberikan salah satunya untuk membeli bahan material alam yang dibutuhkan.

“Sebetulnya secara aturan itu tidak boleh. Jadi harus menggunakan bahan material yang baru. Tapi semua itu dikembalikan lagi kepada masyarakatnya”, tandasnya.(Raden)