Sukabumi, Pakuan pos – Opa Oma, adalah sebuah Grup drumband yang berdiri pada 4 Mei 2014 di Bantarkaret, desa Lembursawah, kecamatan Cicantayan, kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawabarat. Berdasarkan informasi, Opa Oma dibentuk atas dasar pemikiran ketua Yayasan Badan Sosial Muslimin (Basim) beserta masyarakat untuk memberdayakan peralatan drumband yang sudah tidak terpakai oleh siswa-siswi yayasan Basim sebagai kegiatan ekstrakulikuler.

Selain itu, drumband ini juga dibentuk untuk memeriahkan hari ulang tahun yayasan Basim. Opa Oma terbilang grup drumband sangat unik. Karena hampir seluruh personilnya orang-orang yang Berusia lanjut (Lansia), sekitar 50 tahun keatas, bahkan diantara personilnya ini ada yang sudah mempunyai cucu.

Ela, warga Sukabumi yang pernah melihat langsung aksi dari “Opa Oma” mengatakan semangat mereka luar biasa meskipun usia mereka tidak muda lagi, tapi sangat menghibur, kompak dan terlihat profesional saat memainkan alat dan lagu yang dibawakan.

“Waktu itu melihat langsung aksi Oma opa pas lagi PKL tugas kampus, kebetulan ditempatkan di desa lembur sawah melihat langsung,” kata Ela kepada Pakuan pos. Sabtu, (29/6/2019).

Mayoritas personil dari Grup drumband ini adalah petani, buruh serabutan, dan juga ibu-ibu rumah tangga. Sehingga mereka masih kuat untuk berlatih, sebagaimana pada umumnya.

“Ini harus menjadi motivasi untuk anak-anak muda khususnya di Sukabumi, jangan kalah sama mereka yang sudah sepuh, tapi masih semangat,” ujarnya.

Berlatih memahami musik, memahami jenis pukulan, dan memadukan semua unsur alat musik sehingga tercipta harmonisasi irama. Tidak ketinggalan dari Grup drumband yang sudah profesional. Oma opa, juga mempunyai macam-macam mars, dan ragam lagu klasik maupun modern dengan aransemen yang berbeda dari Grup drumband kebanyakan.

“Itu kelebihan Oma opa yang tidak ada di Grup drumband kebanyakan, mudah-mudahan para personelnya diberikan kesehatan dan terus berkarya,” pungkasnya. (ADj)