Ditolak Warga, Tanah Kas Desa Gadog Cianjur Tidak Jadi Dijual

0
808

Cianjur, News Warta Publik Musyawarah tentang penjualan tanah kas desa, pada Rabu 18 Juli 2018 yang bertempat di Aula Desa Gadog. Tanah kas desa yang berlokasi di kampung Karangsari RT 01, RW 08 Desa Gadog kecamatan Pacet, kabupaten Cianjur, yang akan dijual kepada Pengelola Makam Padang menuai pertentangan dari warga RW 08 dan Green Circle Indonesia serta Majelis Adat Gagang Cikundul (MAGC), Warga menolak dengan alasan bahwa akan terjadi kerusakan lingkungan dan kesulitan untuk lahan pemakaman khususnya warga kampung Karangsari dimasa yang akan datang.

Di samping itu, GCI juga menolak keras dengan argumen bahwa bentang alam gunung sela Gedogan sampai cadas Malang atau cadas Gantung sayang Ka’ak, memiliki nilai historis yang tinggi terkait dengan banyaknya petilasan leluhur tatar Sunda yang ada di lokasi tersebut.

Termasuk kawasan yang mempunyai kearifan lokal ditinjau dari morfologi alamnya. Kawasan tersebut memiliki keunikan endemik yang variatif, misalnya kesebelah utara terdapat mata air dari sela-sela tebing cadas gantung, yang pernah digunakan oleh leluhur sunda untuk bersuci. Hutan tumbuhan keras seperti Rasamala, Gadog, Mahoni, Puspa, Aren, Kihara, Kihujan, Damar, Bambu Tamiyang, dsb.

Kesebelah selatan merupakan hutan bambu yang beragam jenis bambu; Bambu Betung, Apus, Tali, Kuning, dsb. Juga terdapat sumber mata air peninggalan leluhur yang disebut Sumur Kahuripan, yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari- hari.

Gunung gedogan, gunung sela dan cadas malang tercatat dalam naskah “Ngadeugna Nagara Padjadjaran”. Bentang alam ini, jelas bernilai sejarah dan budaya pada saat itu. Kawasan ini bisa menjadi zona wisata sejarah budaya dan alam, sehingga bisa menggerakan sektor perekonomian masyarakat desa gadog dan otomatis akan menjadi PAD bagi Desa Gadog.

GCI telah melakukan riset mandiri untuk menemukan jejak leluhur sejak tahun 2015 sampai sekarang. Banyak temuan temuan bukti adanya peradaban leluhur pada masa itu, walau hanya batu batu yang bersimbol. Kajian simbol simbol yang terdapat pada batu menunjukan bahwa tempat tersebut pernah digunakan leluhur tatar sunda.

Petilasan Rd Tanuwijaya yang sudah menjadi pengetahuan masyarakat Desa Gadog. Juga terdapat beberapa nama leluhur tatar Sunda yang berada di sela gedogan Cadas Malang, yakni; Mbah Gantung, Nyi Mas Ayu Sekar Malati yang ada hubungannya dengan E. Raden Gajah Malati Gunung Padang, Eyang Sembrani, Eyang Candu Praja, Eyang Jagaraksa, dan sebagainya.

Juga terdapat beberapa makom dipunggung gunung Sela Gedogan cadas malang diantarnya Ki Buyut Jaya Sakti. Nilai sejarah, budaya dan kearifan lokal, terkemas menjadi taman wisata sejarah, wisata edukasi, wisata alam.
Pemerintah desa dan BPD Desa Gadog melakukan kajian ulang dari hasil musyarawah tersebut.[ Red ]

 

Reporter by Andy Djava
News Warta Publik