Bogor Kota, Pakuan Pos – Diduga akibat adanya aktifitas alat berat proyek double track yang tidak matang dalam menerapkan Analisa Dampak Lingkungan serta Standar Operasional Prosedur (SOP), satu unit rumah warga di Keluraham Empang RT 06 RW 06, Kecamatan Bogor Selatan roboh hingga porak – poranda.

Herman alias Unem, pemilik rumah menuturkan, peristiwa terjadi saat hujan turun menjelang magrib, sekitar pukul 17.30 wib. “Awalnya terdengar suara gemuruh dan tiba – tiba rumah saya roboh. Untungnya keluarga saya gak ada yang jadi korban. Cuma rumah saya aja yang hancur parah di beberapa bagian”, katanya.

Kondisi yang lebih parah menimpa rumah tetangga Herman yang nyaris rata dengan tanah. Namun demikian tidak ada korban jiwa dan kerugian yang dirimbulkan akibat dugaan kelalaian kerja pekerja proyek itu mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan pantauan di lokasi, dibelakang pemukiman warga yang masih dihuni terdapat sejumlah alat berat yang melakukan aktifitas.

Menurut warga setempat, tak selang lama setelah bencana akibat kelalaian itu pihak BPBD Kota Bogor, Camat Bogor Selatan, Lurah Empang serta perwakilan perusahaan penyedia jasa kontruksi pada proyek double track yang diketahui bernama Sony langsung meninjau ke lokasi.

Menurut korban pihak perusahaan yang nama PT nya belum diketahui itu beranji akan mengupayakan perbaikan rumah hingga berdiri seperti sedia kala.

“Orang pt yang datang ke lokasi bilangnya gitu, mereka akan mengupayakan perbaikan rumah tampa memberikan bantuan dalam bentuk nominal uang”, tandas Herman.

Hingga berita ini diturunkan, Camat Bogor Selatan, Lurah Empang maupun pihak perusahaan belum bisa dimintai keterangan. (Raden)