Bogor, Pakuan pos – Terpilihnya Ifan Haryanto menjadi Ketua PCNU Kota Bogor masa periode 2019-2024 secara aklamasi dalam Konfercab ke VIII pada 17 November 2019 lalu, masih menuai kritik dan sorotan. Ketua GP Ansor Kota Bogor, Budi Kurniawan angkat bicara dan memiliki pandangan berbeda terkait hasil Konfercab yang kembali menjadikam Ifan Haryanto terpilih.

Budi menilai bahwa PCNU Kota Bogor selama lima tahun dipimpin oleh Ifan Haryanto beberapa kali mengalami kevakuman. Roda organisasi tidak berjalan semestinya selama lima tahun. Bukan itu saja, Ifan Haryanto juga telah melanggar PO pasal, dimana ketika dia mencalonkan kepala daerah atau legislatif harus non aktif atau mundur, ini tidak pernah di lakukan oleh Ifan Haryanto.

“Kenyataannya bahwa PCNU Kota Bogor pernah vakum ketika dipimpin oleh Ifan, termasuk juga ada pelanggaran terhadap organisasi,” jelas Budi. Minggu, (1/12/2019).

Lanjut Budi, proses Konfercab yang dilaksanakan di YIC Al Ghazali, terkesan mendapatkan intervensi intervensi dan camput tangan pihak luar. Seolah ada keberpihakan dari orang orang diluar bagian dari NU, dan hal itu sangat disayangkan. Seharusnya Konfercab berjalan murni tanpa ada intervensi maupun kepentingan pihak luar, apalagi kepentingan politik yang masuk kedalam arena Konfercab.

“Kami sangat menyayangkan keberpihakan orang luar yang bukan bagian dari NU, mengintervensi proses konfercab VIII NU Kota Bogor. Kami meminta PBNU dan PWNU untuk meninjau ulang hasil Konfercab VIII PCNU Kota Bogor yang penuh dengan kepentingan politik “Penguasa” dan penuh tekanan,” tandasnya.

Budi juga meyakini, PCNU Kota Bogor 5 tahun ke depan, apabila masih dipimpin Ifan Haryanto, maka tidak akan jalan organisasi sebagaimana mestinya. “Kami segara akan silaturrahmi ke PBNU dan PWNU bersama Banom dan elemen NU lainnya, untuk mengadukan hasil Konfercab di Kota Bogor ini,” tutupnya.

Ketika di konfirmasi melalui via seluler, tidak ada jawaban apapun dari Ifan Haryanto. Melalui pesan WhatApps (WA) pun tidak ada balasan. (RIF)