Ternate, Pakuan pos – Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut) akan menelusuri dugaan penyelewengan keuangan negara di lingkup pemerintahan Kota Tidore Kepulauan.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malut,Dr. Erryl Prima Putera Agoes saat menemui massa aksi dari Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) dan massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi di depan Kejaksaan Tinggi Malut,Kamis (7/8/2020)

Dalam aksinya mereka mendesak penegak hukum telusuri adanya indikasi penyelewengan keuangan negara di lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Setelah beberapa menit melakukan orasi dan membacakan tuntutan mereka para aksi mendesak Kejati ikut turut menelusuri dugaan penyelewengan anggaran di Pemkot Tikep.

Mendengar aksi tersebut Kajati Malut Dr.Erryl langsung menemui mereka dan mengapresiasi kedatangan massa aksi , yang dinilai masih mempercayai kinerja Kejati Malut

“Saya sangat mengapresiasi kepada massa aksi, tetapi saya meminta pendemo agar lebih santun menyampaikan aspirasi, dan tidak merusak kantor seperti membakar ban bekas,” harap Erryl di hadapan puluhan massa aksi.

Erryl menambahkan, pihaknya merespon tuntutan massa aksi. Namun, bukan berarti langsung melakukan penangkapan melainkan harus melakukan penyelidikan lebih dulu.

“Kita akan pelajari dulu semua tuntutan dari para pendemo,” jelasnya.

Erryl juga menegaskan pihaknya tidak akan mengkriminalisasi pihak-pihak yang ada dalam tuntutan massa aksi tersebut.

“Apalagi menjelang Pilkada. Banyak kepentingan-kepentingan,” kata mantan Wakil Jaksa Tinggi Jawa Tengah saat di hubungi.

Informasi yang dihimpun pada hari yang sama sebelumnya Aksi puluhan mahasiswa juga melakukan aksi yang sama di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara. (Muzer)