Sukabumi, Pakuan pos – Mampir ke Sukabumi, wajib mencicipi penganan khas yang satu ini, yakni Combro ‘pamiarsa’. Makanan yang terbuat dari singkong parut diisi olahan oncom ini, sangat pas dinikmati apalagi saat masih panas.

Tak heran, kalau combro yang mulai sohor di jalan raya kalapanunggal tepatnya di kampung cirangkong RT 017 RW 007, desa makasari, kecamatan kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa barat itu diburu pencinta kuliner baik warga Sukabumi, maupun daerah lainnya.

“Alhamdulillah hari ini tidak kurang dari tiga ratus Combro habis, karena memang sebelumnya sudah banyak pelanggan yang pesan,” kata Juhe kepada Djava media group, Sabtu (26/12/2020) sore.

Makan combro buatan Juhe ini tidak perlu dengan cabe rawit, karena oncomnya sudah dibikin pedas, dan dijamin saat melahapnya bisa ketagihan.

“Rasanya enak banget, penasaran aja tadi pas lewat makanya langsung berhenti,” singkat Rina.

Tak hanya menjual combro, Juhe juga menjual misro, bagi pelanggannya yang menyukai rasa manis dan ada juga aneka gorengan lainnya.

“Kalau combro itu kan oncom di jero, artinya oncom di dalam. Kalau misro itu amis di jero, manis di dalamnya, karena isinya gula merah,” katanya.

Harga satu combro dan misro ini, masing-masing dijual seharga Rp1.000. setiap harinya, Combro ‘pamiarsa’ ini buka mulai pukul 14.00-22.00 malam.

“Khusus Sabtu-Minggu bukanya sama, cuman sampai jam 12 malam,” ujar Juhe.

Saat launching perdana ditempat barunya itu, dia dibantu oleh teman-temannya yang tergabung dalam wadah PAMIARSA (paguyuban warga mitra usaha bersama) yang didirikan pada tanggal 27 Oktober 2020 beberapa waktu yang lalu.

Sejak didirikan, keberadaan paguyuban yang diketuai oleh Fitra Ramdhan tersebut disambut baik dan diapresiasi oleh warga masyarakat setempat, khususnya generasi milenial yang sudah seharusnya menjadi garda terdepan dalam perubahan.

“Mudah-mudahan kehadiran PAMIARSA bisa berkontribusi, berkreasi, kreatif dan berinovasi, dengan segala potensi yang ada, pemberdayaan dan memberdayakan khususnya para pemuda,” beber Fitra Ramdhan disela kegiatannya.

Beberapa produk makanan olahan lahir dari tangan-tangan kreatif anggotanya, yang merupakan warga masyarakat pemuda kampung cirangkong, seperti; keripik singkong, keripik pisang, keripik talas, keripik ubi, dan olahan makanan lainnya yang memanfaatkan hasil bumi.

“Produk-produk tersebut Alhamdulillah sebagian sudah dipasarkan, tinggal menunggu pesanan berikutnya,” pungkasnya. (Adj)