Jakarta, Pakuan pos – Menyikapi dugaan penggunaan bahan material batu split di lokasi proyek double track yang lokasinya berada di wilayah Bogor Selatan Kota Bogor dengan Wilayah Cijeruk Kabupaten Bogor, dari tambang ilegal hasil dari ekploitasi liar di bantaran kali Cisadane Jajang Nurjaman Koordinator Investigasi Centre For Budget Analysis menilai kegiatan itu merupakan sebuah perkeliruan.

Jajang Nurjaman mengatakan, untuk pembangunan praktik penggunaan bahan batu split yang diambil dari sungai bisa dilakukan, dengan catatan hanya untuk pembangunan yang sifatnya swadaya masyarakat, dan proyeknya juga dalam skala kecil, seperti pembangunan jalan kampung atau jaln lingkungan.

Namun jika proyek pemerintah yang dijalankan swasta apalagi proyek nasional, terus menggunakan batu dari sungai sekitar pelaksanaan proyek, ini jelas tindakan eksploitasi dan dampaknya bisa merugikan wilayah tersebut, dan nyata hal itu sebuah tindak kriminal pencurian.

Selain itu, Proyek double track ini kan program pemerintah pusat, anggarannya tidak sedikit. Seharusnya masalah penggunaan bahan material sudah masuk semua ke RAB, dan tidak perlu sampai nyolong dari sungai Cisadane segala, agar dapet biaya yang murah.

Jadi kasus penggunaan batu split dari sungai Cisadane itu, lanjut Jajang, bukan hanya mengeksploitasi lingkungan setempat tapi juga mengeksploitasi (memanfaatkan, bahkan diduga menipu) warga sekitar, dengan iming-iming uang ratusan ribu warga dijerumuskan untuk merusak lingkungan.

“Atas kejadian ini, Center for Budget Analysis mendorong pihak terkait jangan diam saja, mulai dari perangkat desa/lurah dan camat harus mengawasi dan mengambil tindakan cepat. Selain itu pihak berwenang seperti kepolisian dan Kejari Kab. Bogor juga perlu turun tangan mengawasi proyek ini, agar tidak ada kejadian serupa”, tandasnya. (R.Bhenz)