Pakuan pos – Bulir-bulir mimpi tersisa
Terjaga raga dari sepenggal kisah
Menyeka napas yang masih dianugrahkan
Ketika jiwa berpetualang lepas
Malam membawanya mengembara

Raga hanya seonggok daging tak bermakna
Ketika jiwa meninggalkannya
Ketika hati nurani pergi entah kemana
Ketika asa tiada digantungkan
Ketika iman hanya sebagai hiasan
Ketika cinta bukan suatu keindahan
Ketika kasih sayang tiada menyentuhnya
Betapa malang raga kembali sia-sia

Hai raga yang terpana
Sisa umurmu masih ada
Tatap keindahan alam semesta
Di sanalah lahir sebuah cinta
Jadikan hidupmu penuh makna

Dalam hening kuulas tapak
dimana kehidupan telah berikan
kelana diri memberi pelajaran
berbinar sinar dalam kelam
mengores prahara meramu aroma
Dalam saung penantian kesadaran terbesit.
satu titik membuka makna
tersirat diri tapak terpijak
pengalaman hidup ilmu berguna
meraih hakekat sesungguhnya.

Raga hanya buliran debu, Jiwa mencari Cahaya-Nya.
Cahaya nemancarkan Kasih-Sayang keabadian.

Ooh… Raga hanya buliran Debu….

Penyair pejalan sunyi
Ki alit pranakarya